Bagikan:

Ini Penyebab ISIS Subur di Bekasi

Belasan ulama dan tokoh masyarakat meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bekasi, Jawa Barat mengaktifkan kegiatan keagamaan untuk menangkis paham Negara Islam untuk Suriah dan Irak (ISIS).

NUSANTARA

Kamis, 21 Agus 2014 07:25 WIB

Ini Penyebab ISIS Subur di Bekasi

isis, jawa tengah

KBR, Jakarta - Belasan ulama dan tokoh masyarakat meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Bekasi, Jawa Barat mengaktifkan kegiatan keagamaan untuk menangkis paham Negara Islam untuk Suriah dan Irak (ISIS). 


Salah satu ulama Kota Bekasi, Abdul Hadi menjelaskan masuknya ISIS di banyak masjid di Bekasi karena pengurus DKM di sana tidak aktif. Sehingga ajaran radikal masuk dengan mudah. Abdul menyebut, sepinya kegiatan keagamaan juga memudahkan ormas Islam radikal menduduki masjid dan menyebarkan ajaran kekerasan yang berkedok agama.


"Dulu kan di mana-mana, waktu zaman dulu nih. Yang hilang di masjid kan dulu sendal, mic, sekarang mah masjid dan musalah hilang. Kenapa, mereka yang datang satu, dua, yang lama ditendang-tendangin. Itu sudah sejak lama," kata Abdul di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi, Rabu (20/8) malam.


Ulama kota Bekasi, Abdul Hadi menambahkan, kelompok ISIS paling besar pernah bermarkas di Masjid Muhammad Ramadhan Bekasi. Masjid itu diduduki bertahun-tahun oleh simpatisan kelompok radikal asal Suriah dan Irak itu. Kemudian, pada pertengahan Febuari lalu, ISIS semakin kuat dan mendeklarasikan diri. 


Menurutnya, ISIS berkembang di Bekasi karena aparat pemerintahan dan masyarakat lengah. Tapi kini, Masjid Muhammad Ramadhan telah bebas dari ajaran ISIS.


Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia