60 Ribu Hektar Lebih Lahan Pertanian di Aceh Kekerigan

Diperkirakan bakal terjadi penurunan hasil pertanian dengan kerugian Rp 100 miliar.

NUSANTARA

Senin, 25 Agus 2014 01:31 WIB

Author

Mongabay-Green Radio

60 Ribu Hektar Lebih Lahan Pertanian di Aceh Kekerigan

Aceh, kekeringan, Mongabay

Sudah beberapa bulan ini Saifullah punya kebiasaan baru, yaitu mengiri sawah dengan pompa air. Petani asal Kecamatan Lhok Nga, Aceh Besar, mengaku padinya yang berumur satu setengah bulan terpaksa dipotong untuk pakan ternak karena tanah di sawahnya retak. 


“Saya telah berusaha mengairi sawah menggunakan pompa air. Tetapi, sumber air yang biasanya tidak pernah kering, kali ini tidak ada airnya,” ujarnya.


Saifullah mengaku, hujan baru turun beberapa hari terakhir dan itu pun belum cukup untuk memperbaiki tanah yang retak. “Meski hujan turun sangat deras, padi sudah tidak akan menghasilkan karena sudah banyak yang kering. Kali ini, kami mengalami banyak kerugian,” ucapnya.


Sudah delapan bulan ini Aceh dilanda kekeringan. Akibatnya saat ini tercatat 62.737 hektar lahan pertanian kering dan tak bisa dipakai petani. Kedelapan daerah itu adalah Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireun, dan Kota Langsa.


Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Razali Adami mengatakan, saat ini produksi pangan masih surplus tapi jika kemarau terus berlanjut dikhawatirkan akan terjadi penurunan hasil. “Sekitar 54.000 ton yang jika diuangkan setara Rp20 miliar,” jelasnya.


Bila kekeringan tidak diatasi, jumlah tanaman pangan yang gagal panen akan lebih besar. Kerugian yang diderita ditaksir mencapai angka Rp100 miliar. “Persawahan yang paling terkena imbasnya, sekitar 10.000 hektar kering dan 934 hektar gagal panen,” ujar Razali.


Produksi padi 2014 ini ditargetkan 2,2 juta ton, naik dibandingkan dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 1,9 juta ton. Sementara untuk jagung, Aceh memproduksi lebih dari 200 ribu ton dan kedelai berhasil dipanen sebanyak 90 ribu ton pada 2013. “Karena kemarau, pada 2014 ini, jumlah produksi diperkirakan akan menurun drastis dan target tidak tercapai,” jelasnya.


Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Aceh Hasanuddin Darjo mengatakan, kekeringan yang melanda sebagain wilayah Aceh disebabkan juga karena kebakaran hutan. “Pembakaran hutan yang tidak terkendali penyebab terjadinya kekeringan di Aceh,” sebut Hasanuddin.


Juru bicara Koalisi Peduli Hutan Aceh (KPHA) Efendi Isma mewakili sejumlah lembaga peduli lingkungan menyebutkan, secara kasat mata keadaan hutan Aceh saat ini sudah babak belur. Kondisi ini akibat maraknya illegal logging, pembukaan lahan untuk perkebunan, serta pertambangan yang tidak terkendali.


Menurut Efendi, saat ini hutan yang berada dekat sumber air seperti sungai sudah dirambah dan dijadikan lahan pertambangan atau perkebunan. Hal tersebut terjadi di Kabupaten Pidie dan Aceh Jaya. “Pemerintah lemah menindak pelaku illegal logging. Pengeluaran izin pertambangan dan perkebunan juga sangat mudah sehingga hutan bertambah rusak dan masyarakat, terutama petani yang menerima dampak secara nyata,” ucapnya.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Pemprov Jatim Minta Masyarakat Waspadai Dugaan Penipuan Seleksi CPNS

Kabar Baru Jam 14

Khawatir Jadi Target Demonstrasi Pro-Demokrasi, Mahasiswa China Melarikan Diri Keluar Hong Kong

Kabar Baru Jam 13