174 Ribu Jiwa Terancam Kena Dampak Erupsi Gunung Slamet

KBR, Jakarta - Sekitar 174 ribu jiwa terancam terkena dampak erupsi Gunung Slamet di Jawa Tengah.

NUSANTARA

Rabu, 27 Agus 2014 22:08 WIB

Author

Yudi Rachman

174 Ribu Jiwa Terancam Kena Dampak Erupsi Gunung Slamet

gunung slamet, BPBD, erupsi, 174 ribu

KBR, Jakarta - Sekitar 174 ribu jiwa terancam terkena dampak erupsi Gunung Slamet di Jawa Tengah. Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Permana, ada lima kabupaten yang bakal terdampak erupsi Gunung Slamet.


Dia menambahkan kementerian dan lembaga sudah menyiapkan rencana darurat bencana untuk menghadapi erupsi. Persiapan itu antara lain, distibusi ribuan masker dan penyiapan alat berat serta penentuan simpul-simpul barak pengungsian.

"Sekitar 174 ribu jiwa terancam jika Gunung Slamet erupsi. Kita sudah siapkan posko-posko termasuk Gubernur sudah memerintahkan lima bupati untuk menyebarkan nomor posko kepada masyarakat di lima wilayah peta terdampak. Kemarin kita sudah rapat dengan kementerian, lembaga, provinsi dan kabupaten, semuanya sudah," ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Permana ketika dihubungi KBR, Rabu (27/8).

Sebelumnya, kondisi Gunung Slamet memasuki level Siaga, sejak sepekan ini. Bahkan, Gunung Slamet sudah mengeluarkan dentuman hingga ratusan kali sejak statusnya dinyatakan naik ke level Siaga. PVMBG sudah menetapkan radius aman empat kilometer dari puncak.



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri