Bagikan:

Wilayah Industri Jadi Incaran Pendatang Baru Jakarta

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mendata pendatang baru di pusat-pusat wilayah industri. Pendataan tersebut untuk memastikan jumlah pendatang baru yang akan mencari kerja ke Jakarta.

NUSANTARA

Senin, 12 Agus 2013 14:20 WIB

Wilayah Industri Jadi Incaran Pendatang Baru Jakarta

operasi yustisi, jakarta, pendatang

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mendata pendatang baru di pusat-pusat wilayah industri. Pendataan tersebut untuk memastikan jumlah pendatang baru yang akan mencari kerja ke Jakarta.

Koordinator Kampanye Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, mengatakan, berbekal pendataan itu, pemerintah bisa memetakan kemampuan pendatang baru untuk dipekerjakan.

“Saya pikir itu gak apa-apa dilakukan dengan segera, karena kalau saya lihat kan Pak Ahok bisa langsung memerintahkan kepala dinas kependudukan dengan satpol PP untuk menelusuri perumahan-perumahan buruh yang ada di sekitar Cakung, Pulo Gadung, atau mungkin di daerah Kalideres. Untuk melakukan pengecekan terhadap pendatang-pendatang tersebut. Cek sejauh mana atau seberapa besar pendatang-pendatang itu masuk ke Jakarta dan memastikan apakah mereka punya pekerjaan atau tidak,” ujar Andy saat sarapan pagi bersama KBR68H.

Koordinator Kampanye Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga menambahkan pendatang baru yang tak memiliki pekerjaan berpotensi menambah masalah sosial seperti kriminalitas, gelandang, dan pengemis.

Editor: Suryawijayanti 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending