Puncak Mudik di Pelabuhan Gilimanuk Hari Ini

Puncak arus mudik lebaran dari pelabuhan Gilimanuk Bali diperkirakan bakal terjadi hari Minggu ini.

NUSANTARA

Minggu, 04 Agus 2013 20:36 WIB

Author

Hermawan

Puncak Mudik di Pelabuhan Gilimanuk Hari Ini

arus mudik, puncak mudik, pelabuhan gilimanuk, puncak arus mudik

KBR68H, Banyuwangi - Puncak arus mudik lebaran dari pelabuhan Gilimanuk Bali diperkirakan bakal terjadi hari Minggu ini. Menurut Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk Wahyudi Susianto, antrian kendaraan yang hendak menyeberang ke pulau Jawa terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu ini. Kata dia, meskipun kendaraan yang datang didominasi sepeda motor, namun atrian terpanjang justru terjadi pada jenis kendaraan roda 4 pribadi yang mencapai 5 kilometer dari pelabuhan.

“Jadi antrian terjadi di luar pelabuhan kurang lebih saat ini sekitar 4 sampai 5 kilo, yang didominasi oleh kendaraan pribadi. Untuk kendaraan roda dua katagori sangat padat kurang lebih dari luar pelabuhan sekitar 600 meter lah. Sepertinya begitu ya dari kemarin H-5 sampai dengan H-4 ini sepertinya akan menjadi puncak ya,” kata Wahyudi Susianto.

Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk Wahyudi Susianto menambahkan, untuk menampung kendaraan pihak ASDP Gilimanuk memperluas area parkir didalam pelabuhan dengan daya tampung yang lebih luas. Selain perluasan parkir di dalam pelabuhan, institusi terkait seperti kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten Jemberana Bali, juga membuka kantong- kantong parkir di luar pelabuhan. Sementara itu pantauan KBR68H di lapangan pada H-4 lebaran ini, kendaran yang hendak menyeberang dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur, ke pulau Bali juga mulai meningkat. Penumpang didominasi oleh kendaraan roda 4 pribadi yang hendak memanfaatkan libur panjang ini di pulau Bali.  


Editor: Fuad Bakhtiar

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945