Puluhan Mata Air di Hulu Sungai Berantas Dilaporkan Mati

LSM pemerhati lingkungan Walhi Jawa Timur melaporkan puluhan sumber air di kawasan hulu Sungai Brantas mati

NUSANTARA

Sabtu, 24 Agus 2013 23:13 WIB

Author

Eko Widianto

Puluhan Mata Air di Hulu Sungai Berantas Dilaporkan Mati

mata air, sungai, berantas, jatim, walhi

KBR68H, Jawa Timur - LSM pemerhati lingkungan Walhi Jawa Timur melaporkan puluhan sumber air di kawasan hulu Sungai Brantas mati akibat perusakan hutan konservasi. Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur Ony Mahardika mengatakan sumber air tersebut mati sejak sepuluh tahun terakhir. Kata dia, hutan konservasi menyimpan cadangan air kini beralih menjadi lahan pertanian. Dampaknya, kata dia, sumber air mati menyebabkan debit Sungai Brantas anjlok.

"Sumber hulu di seluruh DAS Brantas mati, karena konservasi lahan hutan secara besar-besaran untuk keperluan industrialisasi. Kasusnya sekarang ada di Batu. Banyak hutan lindung menjadi hutan produksi, bisa dikonversikan lagi menjadi kawasan industri," kata Ony.

Dari data Walhi Jawa Timur, sumber air di hulu Brantas menyusut. Pada 2005 ditemukan sebanyak 215 sumber mata air. Namun lima tahun kemudian sisanya berkurang hampir setengahnya.


Editor: Taufik Wijaya

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8