Polisi Periksa Saksi Perusakan Keraton Surakarta

- Kepolisian Surakarta, Jawa Tengah, sedang mengusut kasus perusakan bangunan Keraton Kasunanan Surakarta pasca bentrok antarpendukung keluarga keraton.

NUSANTARA

Jumat, 30 Agus 2013 08:32 WIB

Author

Yudha Satriawan

Polisi Periksa Saksi Perusakan Keraton Surakarta

cagar budaya, bentrok, surakarta, jawa tengah

KBR68H, Surakarta - Kepolisian Surakarta, Jawa Tengah, sedang mengusut kasus perusakan bangunan Keraton Kasunanan Surakarta pasca bentrok antarpendukung keluarga keraton. 


Juru Bicara Polresta Surakarta, Sis Raniwati mengatakan, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti atas jebolnya pintu gerbang keraton akibat ditabrak mobil. Kata dia, kasus perusakan bangunan cagar budaya di Kota Surakarta ini akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Cagar Budaya.


“Pada saat kejadian kan ada polisi yang bertugas mengamankan di Keraton. Mereka menyaksikan secara langsung dan utuh bagaimana perusakan itu terjadi. Jadi tidak perlu delik aduan dalam kasus ini. Saat ini kami sedang memeriksa para saksi maupun dari petugas polisi. Kami juga sudah menyita berbagai barang bukti perusakan yang terjadi di aset bangunan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta ini. Kami melihat dari sisi Keraton sebagai institusi yang dilindungi UU Perlindungan Cagar budaya. Kasus ini masih kita dalami. Pelanggaran atau tindak Pidana dari UU Cagar Budaya dalam kasus ini seperti apa ya beri kami waktu untuk mengungkapnya," ucap Sis Raniwati. 


Keraton Kasunanan Surakarta menjadi salah satu dari 70an bangunan cagar budaya di Kota Surakarta. Bentrokan antara dua kubu pendukung keluarga Keraton Surakarta terjadi pada Senin (26/8) dan Selasa (27/8) lalu. 


Mereka berusaha mendobrak pintu gerbang kompleks di Sasana Putro di mana raja tinggal. Namun gagal dan mengepung kompleks tersebut dan sempat merusak sejumlah aset Keraton. 


Sekitar lima jam kemudian, pendukung raja menjebol pintu gerbang kompleks tersebut dengan sebuah mobil. Pintu gerbang roboh dan rusak parah, dan mereka mengamankan raja yang terkurung di dalam kompleks. 


UU tentang Cagar Budaya menyatakan pelaku perusakan Cagar Budaya dipidana penjara 6 bulan hingga 10 tahun atau didenda Rp 250 juta hingga Rp 2,5 miliar. 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap