Petani Disini Bingung dengan Kerap Munculnya Orang Bule

Beberapa warga negara asing selalu hadir ketika Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo, Yogyakarta, mengadakan kegiatan.

NUSANTARA

Rabu, 28 Agus 2013 17:09 WIB

Author

Star Jogya

Petani Disini Bingung dengan Kerap Munculnya Orang Bule

Petani, Orang Bule, Kulonprogo

KBR68H, Yogya – Beberapa warga negara asing selalu hadir ketika Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo, Yogyakarta, mengadakan kegiatan.

Terakhir, seorang bule berkebangsaan Belanda terlihat saat PPLP mengadakan acara syawalan di Pedukuhan II, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Minggu (25/8) lalu.

Tidak diketahui secara pasti maksud dan tujuan bule-bule itu antusias untuk datang setiap kali PPLP mengadakan acara.

Koordinator PPLP Kulonprogo, Widodo juga mengaku tidak mengetahui maksud dan tujuan bule-bule itu selalu nongol dalam acaranya.

“Nggak tahu tuh, mereka [bule] itu datang ke sini. Saya juga nggak pernah nanya kenapa mereka selalu datang ke sini. Mungkin tertarik dengan PPLP kali,” ujar Widodo, Rabu (28/8).

Widodo tidak ambil pusing dengan kehadiran bule-bule itu meski keberadaan mereka bisa-bisa merupakan mata-mata mengawasi gerak-gerik PPLP.

Dia justru berharap bule-bule itu bisa menyebarluaskan tentang segala sesuatu yang mereka lihat, termasuk kegiatan PPLP.

“Silakan kalau memang mau memata-matai. Jika memang itu utusan mata-mata dari pihak asing, sebarluaskan kalau PPLP tetap solid menolak tambang besi,” tandas Widodo.

Pada panen raya di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Juni lalu, wartawan sempat berupaya meminta keterangan dari bule-bule itu. Sayangnya dari tiga bule yang hadir di situ semuanya enggan berkomentar. Alasannya mereka takut terekspose di media lantaran takut bermasalah dengan visa dan paspor mereka.

Sumber: Star Jogja
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN