Penyebab Sedikitnya Kenaikan Konsumsi BBM pada Puncak Arus Mudik

PT. Pertamina Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan konsumsi BBM pada puncak arus mudik yakni pada H-5 dan H-4 lalu meningkat hingga 10 persen dari kebutuhan normal.

NUSANTARA

Selasa, 06 Agus 2013 16:40 WIB

Author

Star Jogya

Penyebab Sedikitnya Kenaikan Konsumsi BBM pada Puncak Arus Mudik

Konsumsi BBM, Puncak Arus Mudik, Yogyakarta

KBR68H, Yogyakarta – PT. Pertamina Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  melaporkan konsumsi BBM pada puncak arus mudik yakni pada H-5 dan H-4 lalu meningkat hingga 10 persen dari kebutuhan normal.

Marketing Branch Manager PT. Pertamina (Persero) Area DIY dan Surakarta, Nur Muhammad Zain, mengatakan pada H-5 dan H-4 permintaan premium hanya 1.500 kiloliter atau naik sekitar 10 persen dari normalnya sekitar 1.300 kiloliter.

Padahal pihaknya telah menyedikan tambahan pasokan hingga sekitar 1.800 kiloliter (KL) per hari selama masa mudik Lebaran tahun ini.

“Untuk itu dengan tambahan kuota fakultatif 40 persen jelang Lebaran 2013, pasokan masih dinyatakan aman,” ujarnya, Senin (5/8/2013).

Menurut dia, karakter arus mudik Lebaran 2013 di DIY dan sekitarnya kali ini sangat berbeda dengan kondisi yang serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Karena puncak arus mudik terpecah tidak hanya satu atau dua hari maka belum ada lonjakan berarti permintaan tambahan BBM.

“Sebelumnya diperkirakan puncak arus mudik hanya terjadi pada H-5 yang diperkirakan bisa naik 40 persen. Tetapi kenyataannya puncak arus mudik terpecah mulai H-6 sampai H-4 sehingga lonjakan permintaan bahan bakar hanya sedikit sebesar 10 persen atau 1.500 KL,” jelasnya.

Namun, menurut dia, untuk DIY yang harus diwaspadai nanti justru pada arus balik Lebaran 2013 yang diperkirakan akan terjadi pada H+2.

“Pada puncak arus balik itu lonjakan konsumsi BBM diprediksi akan naik hingga 40 persen karena liburan cuti bersama dan Lebaran sudah berakhir,” tambahnya.

Sumber: Star Jogja
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pascapenggerebekan, Mahasiswa Papua di Surabaya Trauma