Minim Prestasi, Pemprov Papua Evaluasi Program Beasiswa

Pemerintah Provinsi Papua akan mengubah pola perekrutan beasiswa bagi para siswa yang hendak sekolah atau kuliah di luar Papua.

NUSANTARA

Selasa, 27 Agus 2013 15:10 WIB

Author

Radio Swara Nusa Bahagia

Minim Prestasi, Pemprov Papua Evaluasi Program Beasiswa

Prestasi Siswa, Pemprov Papua, Beasiswa

KBR68H, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua akan mengubah pola perekrutan beasiswa bagi para siswa yang hendak sekolah atau kuliah di luar Papua.

Hal ini akibat temuan beberapa kasus diantaranya, banyak siswa yang diberikan beasiswa namun justru memilik Index Prestasi (IP) yang rendah dan kekurangan biaya perkuliahan. Padahal mereka memperoleh beasiswa melalui proses seleksi bahkan melalui kekhususan Papua.

Asisten III Bidang Umum Setda Provinsi Papua, Waryoto mengatakan, perubahan pola perekrutan antara lain dengan program pembinaan khusus bagi anak anak di Papua mulai di tingkat sekolah menengah atas. Ini dilakukan agar bisa siswa memproleh beasiswa dan bersungguh sungguh dalam menuntut ilmu.

“Ya mudah mudahan dengan adanya kenyataan yang ada ini, kita akan mengubah suatu cara perekrutan dan juga cara pembimbingan bagi anak anak kita ini. Karena di satu sisi misalnya, anak-anak kita ke luar negeri misalnya bahasa Inggrinya. TOEFL-nya (Ujian kemampuan berbahasa Inggris , red.) masih agak nol, harus kita tingkatkan agar keseharian mereka disana bisa komunikatif dengan baik,” ujar Waryoto.

Asisten III Bidang Umum Setda Provinsi Papua, Waryoto  menambahkan, pola perekrutan yang baru ini merupakan tantangan bagi dunia pendidikan di Papua terutama orang tua. Oleh sebab itu diharapkan dukungan orang tua untuk memotivasi anak anak mereka agar bersungguh sungguh dalam menuntut ilmu. Sehingga anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk studi mereka tidak sia sia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, Elias Wonda menambahkan, ada beberapa kabupaten yang siswanya memperoleh beasiswa namun terpaksa dikembalikan dari tempat kuliah mereka. Misalnya saja di Kabupaten Biak Numfor yang memulangkan 22 siswa karena beasiswanya tidak dilanjutkan.

“Jadi mahasiswa ini memperoleh beasiswa melalui seleksi dari UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat, RED.)) Sementara beasiswa mereka tidak dianggarkan oleh pemerintah Kabupaten maupun Provinsi,” jelasnya. (Andi Iriani)

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10