Hari ini, Pencarian Korban Kapal Bahari Dilanjutkan

KBR68H, Jakarta - Sebanyak 12 orang masih dinyatakan hilang dalam insiden terbakarnya kapal Bahari Express di perairan Nasik, Tanjung Pandan, Pulau Belitung.

NUSANTARA

Sabtu, 24 Agus 2013 10:25 WIB

Author

Danu Mahardika

Hari ini, Pencarian Korban Kapal Bahari Dilanjutkan

kapal bahari express, Pencarian Korban, perairan nasik, belitung


KBR68H, Jakarta - Sebanyak 12 orang masih dinyatakan hilang dalam insiden terbakarnya kapal Bahari Express di perairan Nasik, Tanjung Pandan, Pulau Belitung. Kejadian itu pada Kamis malam kemarin. Kepala Kantor SAR Nasional Bangka Belitung, Jumaril mengatakan korban meninggal hingga pagi ini berjumlah 6 orang. Sementara pencarian korban hilang masih terus dilanjutkan. Pencarian hari ini fokus di area dasar laut lokasi tenggelamnya puing-puing kapal. (Baca: 13 Korban Baharai Express Masih Hilang)

"Saat ini seluruh korban yang ditemukan selamat ada 188, Kemudian yang meninggal 6, dan yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian ada 12 orang. Pencarian masih kita lanjutkan, melibatkan Basarnas sendiri, kemudian Direktorat Pol Air Polda, Polres Belitung, Kodim, Brimob dan sama kita melibatkan penyelam profesional dari Diving club," jelasnya saat dihubungi KBR68H, Sabtu (24/8)

Kepala Kantor SAR Nasional Bangka Belitung, Jumaril menambahkan sekitar belasan korban yang terluka masih dirawat di rumah sakit terdekat. Sedangkan sisanya sudah kembali ke keluarganya masing-masing.

Sebelumnya kapal MV Bahari Express 8C terbakar di perairan Nasik, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Kebakaran terjadi ketika kapal yang akan bertolak dari Pelabuhan Pengkalbalam Bangka tujuan Tanjung Pandan. Sampai saat ini penyebab kebakaran belum diketahui. Namun dugaan sementara penyebab kebakaran karena puntung rokok dari salah seorang penumpang

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia