Harga Kedelai Impor Mahal, Petani di Banyuwangi Gembira

KBR68H, Banyuwangi - Mahalnya harga kedelai impor di pasaran disambut gembira petani kedelai lokal di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Sebab harga kedelai lokal ikut naik.

NUSANTARA

Selasa, 27 Agus 2013 15:21 WIB

Author

Hermawan

Harga Kedelai Impor Mahal, Petani di Banyuwangi Gembira

kedelai impor, petani banyuwangi, gembira

KBR68H, Banyuwangi - Mahalnya harga kedelai impor di pasaran disambut gembira petani kedelai lokal di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Sebab harga kedelai lokal ikut naik. Salah satu Petani Kedelai Bahrowi mengatakan, harga kedelai lokal di tingkat petani sudah mencapai Rp 8 ribu lebih per kilogramnya dari sebelumnya Rp 6.500 per kilogramnya. Naiknya harga kedelai lokal ini karena permintaan cukup tinggi. Kata dia, sebelum harga kedelai naik permintaain kedelai lokal per bulannya hanya 6 ratus kilogram. Namun saat ini permintaan kedelai sudah mencapai 1.500 kilogram.

“Kedelai lokal itu memang banyak yang cari terutama agen – agen yang ada di sekitaran sini. Kebutulan punyaan saya itu masih ada sedikit lah sekitar 1 ton setengah ya 1500 kilogram ya Alhamdulillah makanya saya gini kan tidak mau hasil produksi dari lahan saya itu langsung saya keluarkan semua. Cuman untuk kebutuhan gitu aja,” kata Bahrowi.

Salah satu Petani Kedelai di Banyuwangi, Bahrowi berharap pemerintah tidak menambah impor kedelai. Dengan begitu harga kedelai lokal tetap bisa stabil dan tinggi.

Sebab saat ini pembuat tempe tahu di Banyuwangi banyak yang beralih membeli kedelai lokal sebagai bahan baku produksi. Alasannya harga kedelai impor lebih mahal, sekitar Rp 9.500 perkilogramnya.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Wabah Corona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17