Harga Daging di Bantul Tetap Tinggi

Harga daging sapi yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pascahari raya Idul Fitri ini masih tinggi, sekitar Rp 96.000 per kilogram.

NUSANTARA

Rabu, 14 Agus 2013 18:39 WIB

Author

radio Star Jogja

Harga Daging di Bantul Tetap Tinggi

harga daging, bantul

KBR68H, Bantul - Harga daging sapi yang dijual di pasar tradisional Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pascahari raya Idul Fitri ini masih tinggi, sekitar Rp 96.000 per kilogram. 


Pedagang daging sapi di pasar Bantul, Suyati mengatakan, harga daging sapi sejak mengalami kenaikan awal puasa lalu sampai saat ini belum ada penurunan, hingga bertahan sekitar Rp 96.000 per kg.


“Harganya naik kan sudah sejak puasa lalu. Setahu saya saat itu karena paguyuban pengusaha daging sapi di Pleret menaikkan harga Rp 4.000 per kilogram. Kalau sudah naik biasanya nggak turun,” katanya. 


Menurut dia, harga daging sapi sebelum ada kesepakatan naik masih sekitar Rp 92.000 per kilogram. “Waktu itu saya tidak mengetahui alasan harga daging sapi naik, sehingga hanya mengikuti perkembangan di pasar saja,” ujarnya.


Pedagang daging sapi di pasar Bantul lainnya, Sudarmi, mengatakan, kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak pertengahan Juli lalu karena paguyuban pengusaha daging sapi Segoroyoso Bantul sepakat menaikkan harga.


“Selama 2013 kenaikan harga daging sapi sudah terjadi dua kali, yakni pada Januari dan Juli lalu. Kenaikan ini berasal dari paguyuban dan tiap kenaikan sebesar Rp 4.000 per kilogram,” katanya.


Sumber: radio Star Jogja 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?