Guru di Bantul Keluhkan Pemotongan Dana Sertifikasi

KBR68H, Bantul- Tunjangan sertifikasi guru di Bantul diduga dipotong. Sebab jumlah yang dicairkan tak sesuai dengan yang harusnya diterima.

NUSANTARA

Senin, 26 Agus 2013 16:24 WIB

Author

Radio Star Jogja FM

Guru di Bantul Keluhkan Pemotongan Dana Sertifikasi

guru, bantul, sertifikasi

KBR68H, Bantul- Tunjangan sertifikasi guru di Bantul diduga dipotong. Sebab jumlah yang dicairkan tak sesuai dengan yang harusnya diterima.

Salah seorang guru SMA di Bantul yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan dirinya hanya menerima tunjangan sertifikasi pada pencairan ke dua tahun ini sebesar Rp8,8 juta untuk kalkulasi tiga bulan gaji.

Padahal kata dia, gajinya perbulan untuk pegawai golongan IV dengan masa kerja lebih dari 20 tahun sebesar Rp3,7 juta.

Artinya bila dikalkulasi selama tiga bulan (sesuai besaran dana sertifikasi yakni tiga bulan gaji setiap pencairan) setelah dipotong 15%, maka ia harusnya menerima dana sertifikai senilai Rp9,5 juta.

“Ini hilangnya sampai satu juta yang diterima cuma delapan juta lebih,” ungkapnya.

Sumber itu bahkan menunjukan transfer dana sertifikasi yang tercatat di buku rekeningnya ke media ini. Dana senilai Rp8.842.380 itu dicairkan 31 Juli lalu.

Menurutnya tak hanya dirinya yang tidak utuh menerima tunjangan sertifikasi guru. “Yang lain bilangnya juga begitu banyak yang tidak utuh,” imbuhnya.

Mekanisme pencairan dana sertifikasi tersebut menurutnya juga janggal. Sebab kebijakan pencairan berbelit-belit dari pemerintah pusat ke Bank BRI, lalu dilaporkan ke Pemkab Bantul dan masuk ke Bank BPD baru dicairkan ke masing-masing rekening penerima.

“Dulu awal tahun 2010, waktu saya pertama kali menerima masih penuh, dulu itu langsung dair BRI pusat ke rekening guru, sekarang nggak singgah dulu ke BPD dan Pemkab Bantul,” ujarnya.

Sumber: Radio Star Jogja FM

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?