Dokumen Persiba Hilang, Kepala Kantor Arsip Bantul Diperiksa

Kepala Kantor Arsip Bantul Partini, diperiksa kepolisian Bantul terkait hilangnya dokumen laporan keuangan klub sepak bola Persiba pada Jumat (16/8) lalu.

NUSANTARA

Selasa, 20 Agus 2013 21:33 WIB

Author

Star Jogya

Dokumen Persiba Hilang, Kepala Kantor Arsip Bantul Diperiksa

Persiba, Kantor Arsip Bantul

KBR68H, Yogya - Kepala Kantor Arsip Bantul Partini, diperiksa kepolisian Bantul terkait hilangnya dokumen laporan keuangan klub sepak bola Persiba pada Jumat (16/8) lalu.

Hingga Selasa (20/8/2013) siang, Partini masih diperiksa Tim Penyidik Polres Bantul. Pemeriksaan Partini guna mendalami kasus hilangnya arsip.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Alal Prasetyo mengatakan, motif penghilangan arsip klub sepak bola kebanggaan masyarakat Bantul tersebut hingga kini masih gelap.

Di lokasi, pihaknya hanya menemukan pintu belakang sebelah timur gedung arsip yang rusak, yang diduga dicongkel menggunakan alat tertentu. “Sepertinya dicongkel dari luar,” kata Alal, di sela pemeriksaan.

Sementara, dokumen selain Persiba masih utuh. Polisi menduga pelaku sudah tau posisi penyimpanan dokumen tersebut. Dokumen itu disimpan di dalam kotak kardus di sebuah ruangan yang kondisinya tak memadai karena bangunan sudah tua.

Alal juga belum dapat memastikan apakah motif pelaku mencuri dokumen itu terkait penyidikan skandal korupsi dana hibah Persiba senilai 12,5 miliar yang menyeret mantan Bupati Bantul Idham Samawi sebagai tersangka.

Sebelumnya, Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) meyakini dokumen tersebut sengaja dihilangkan karena dapat menjadi barang bukti pengungkapan kasus Persiba yang saat ini ditangani Kejaksaan Tinggi DIY. Sebab saat ini kejaksaan tengah getol menggeledah sejumlah kantor di Pemkab Bantul dan menyita dokumen terkait Persiba.

Sumber: Star Jogja
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme