Banyuwangi Masih Butuh Sedikitnya 15 Dokter Spesialis

KBR68H, Banyuwangi - Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Banyuwangi Jawa Timur kekurangan tenaga medis spesialis. RSUD Blambangan sedikitnya membutuhkan 15 tenaga dokter spesialis.

NUSANTARA

Senin, 12 Agus 2013 11:03 WIB

Author

Hermawan

Banyuwangi Masih Butuh Sedikitnya 15 Dokter Spesialis

banyuwangi, dokter spesialis

KBR68H, Banyuwangi - Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Banyuwangi Jawa Timur kekurangan tenaga medis spesialis. RSUD Blambangan sedikitnya membutuhkan 15 tenaga dokter spesialis.

Jumlah dokter spesialis di rumah sakit milik pemerintah ini setiap tahun terus berkurang. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Banyuwangi Taufik Hidayat mengatakan saat ini dokter spesialis di RSUD Blabangan hanya 18 orang.

Dia khawatir jika jumlah dokter spesialis terus menyusut, maka pelayanan rumah sakit menjadi tidak maksimal.

“Pada saat ini saya sudah mencoba kontak dengan Universitas Airlangga, Universitas Barwijaya dan Udayana ternyata saya tidak berhasil mendapatkan dokter spesialis yang baru. Untuk empat spesialis besar dokter spesialis kandungan, spesialis anak- anak, spesialis bedah dan penyakit dalam minimal kita harus masing – masing punya tiga dokter spesialis. Untuk saat ini yang memenuhi syarat hanya penyakit dalam sedangkan yang ketiganya belum,”kata Taufik Hidayat.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Banyuwangi Taufik Hidayat menambahkan, sebuah rumah sakit berstatus tipe C idealnya mempunyai dokter spesialis antara 30 hingga 40 orang.

Pengelola rumah sakit daerah itu berharap bisa mendapatkan tenaga dokter spesialis lebih banyak lagi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kurangnya tenaga dokter spesialis di rumah sakit pemerintah ini disebabkan karena terlambatnya rekrutmen dokter spesialis tahun kemarin.

Tahun ini Pemkab Banyuwangi akan mererekrut dokter spesialis untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit.


Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kiat Menjalani Isolasi Mandiri bagi Remaja Terinfeksi COVID-19

Bantu Sesama di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Demi Oksigen Somasi Dilayangkan