ASDP Ketapang Siapkan kapal untuk Angkut Kendaraan Roda Dua

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Ketapang Banyuwangi Jawa Timur menyiapkan lima kapal khusus kendaraan roda dua pada arus mudik lebaran tahun ini.

NUSANTARA

Kamis, 01 Agus 2013 14:35 WIB

Author

Hermawan

ASDP Ketapang Siapkan kapal untuk Angkut Kendaraan Roda Dua

asdp, ketapang, kapal, roda dua

KBR68H, Banyuwangi - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Ketapang Banyuwangi Jawa Timur menyiapkan lima kapal khusus kendaraan roda dua pada arus mudik lebaran tahun ini.

Manager operasional PT ASDP Ketapang Saharudin Kotto mengatakan, kapal khusus ini disiapkan karena diprediksi lonjakan kendaraan roda dua dari pelabuhan Gilimanuk, Bali, meningkat 5 persen dari tahun lalu. Dalam satu kali jalan kapal khusus tersebut mampu mengangkut 400 lebih sepeda motor, sehingga diharapkan bisa mengurai antrean penumpang di pelabuhan.

“Ini bagian dari startegi kita. Disamping kita sudah punya tiga fase, normal, padat dan sangat padat. Kita juga mempunyai strategi, nanti apabila terjadi penumpukan roda dua cukup padat sehingga kita nanti khusus di dermaga MB Ponton kita khususkan untuk roda dua. Akan ada 5 kapal yang kita akan fungsikan untuk roda dua tapi ini tidak terlepas dari kordinasi dengan instansi terkait terutama dengan pihak kesahbandaran,” kata Saharudin Kotto.

Manager operasional PT ASDP Ketapang Saharudin Kotto menambahkan, pihaknya juga menambah satu unit armada kapal. Total kapal yang dioperasikan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk pun menjadi 41 kapal.

Berdasarkan pantauan KBR68H di lapangan pada H-7 lebaran ini kedatangan penumpang dari pelabuhan Gilimanuk Bali, mulai menunjukan peningkatan. Penumpang masih didominasi kendaraan roda dua, bus dan pejalan kaki. Diperkirakan puncak arus mudik dari Pelabuhan Gilimanuk terjadi pada H-2 Lebaran nanti.

Editor: Antonius Eko


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10