Alih Fungsi Lahan NTB Makin Parah

Kegiatan alih fungsi lahan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, semakin meningkat. Lahan pertanian dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan, perkantoran, infrastruktur dan lain sebagainya yang mencapai puluhan hektar setahun.

NUSANTARA

Jumat, 23 Agus 2013 12:17 WIB

Author

Fahrurrozi

Alih Fungsi Lahan NTB Makin Parah

alih fungsi lahan, NTB

KBR68H, Mataram - Kegiatan alih fungsi lahan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, semakin meningkat. Lahan pertanian dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan, perkantoran, infrastruktur dan lain sebagainya yang mencapai puluhan hektar setahun. 


Pemerintah setempat menyebutkan, alih fungsi lahan rata-rata meningkat dua kali lipat per tahun. Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Martawang, alih fungsi lahan ini akan diimbangi dengan target pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30 persen. RTH sebesar itu ditargetkan tercapai pada 2025 mendatang.


”Kalaupun misalnya ada pertanyaan adanya alih fungsi lahan, kita lihat dulu di perencanaan tata ruangnya. Seperti apa fungsi ruang yang diperuntukkan yang dimohonkan izinnya itu. Makanya, fungsi pengendalian ruang menjadi fungsi utama yang menjadi pegangan dalam konteks kita mencapai target-target yang sudah ditetapkan dalam penataan ruang itu,” ujarnya.


Kepala Bappeda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, salah satu cara untuk mengendalikan alih fungsi lahan antara lain dengan tidak mengeluarkan izin penggunaan lahan jika tidak sesuai dengan aturan yang ada. 


Menurut pemerintah setempat, lahan pertanian di Mataram tergolong kritis. Puncak alih fungsi lahan pertanian di sana terjadi antara tahun 2011 hingga 2012. Di tahun tersebut, alih fungsi lahan pertanian tercatat sekitar 50 hektar, dua kali lipat angka alih fungsi lahan yang biasanya terjadi di Mataram. Sementara lahan pertanian yang tersisa sekitar 2 ribu hektar.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Sebut Sertifikasi Layak Nikah Tak Wajib

Super You by Sequis Online, Asuransi Online untuk Milenial