Bagikan:

Seorang Warga di Paniai Tewas Tertembak saat Ricuh

Korban tewas setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai.

NUSANTARA

Rabu, 06 Jul 2022 11:41 WIB

Seorang Warga di Paniai Tewas Tertembak saat Ricuh

Ilustrasi: Seorang warga di Paniai, Papua, tewas tertembak saat ricuh, Selasa, 5 Juli 2022.

KBR, Jayapura- Seorang warga di Kabupaten Paniai, Papua, tewas tertembak di bagian perut, saat terjadi kericuhan di Kantor Bupati Paniai, Selasa siang, 5 Juli 2022.

Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri mengatakan korban tewas setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai.

Ia mengklaim, saat itu polisi mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan aksi massa yang merusak kantor bupati. Akan tetapi, polisi belum bisa memastikan peluru yang menembus korban, apakah peluru karet atau bukan.

"Mungkin ada peluru karet atau apa, yang mengena di salah satu masyarakat atas nama Donatus Nawipa, ya. Saya sudah minta untuk segera kapolres mengambil langkah-langkah penangan awal, menghentikan massa di tiap kampung untuk melakukan aksi-aksi anarkis," kata Mathius D Fakhiri, Rabu, (6/7/2022).

Kronologis

Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri mengaku, telah mengirim satu peleton pasukan dari Polres Dogiyai ke Kabupaten Paniai, untuk mengantisipasi kericuhan susulan.

Menurutnya, kericuhan yang diikuti aksi perusakan kantor bupati, terjadi saat berlangsungnya rapat Badan Musyawarah Pemilihan Kepala Kampung di Kabupaten Paniai. Saat rapat berlangsung, ada kelompok yang tidak puas. Mereka melampiaskan ketidakpuasan dengan merusak fasilitas di kantor bupati.

Aksi itu semakin anarkistis, dan membuat aparat keamanan yang berjaga terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah massa.

Namun, massa tidak juga membubarkan diri, malah semakin beringas. Polisi kemudian terpaksa melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan mereka. Selain seorang warga yang tewas tertembak, beberapa orang juga terluka.

"Saya juga akan langsung bertemu dengan bupati yang berada di Jayapura, nanti untuk kita mempersiapkan langkah-langkah penanganan," kata Mathius.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending