Bagikan:

Fenomena Embun Es Bikin Dataran Tinggi Dieng Diserbu Wisatawan

Sebelumnya, angka kunjungan berkisar 15 ribu orang per hari. Setelah munculnya fenomena embun es naik menjadi 21 ribu orang per hari.

NUSANTARA

Selasa, 05 Jul 2022 22:26 WIB

Fenomena embun es

Wisatawan berkemah di bukit skuter kawasan dataran tinggi DIeng, Batur, Banjarnegara, Minggu (3/7/2022). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

KBR, Banjarnegara – Fenomena embun es atau bun upas di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah memicu lonjakan angka kunjungan wisatawan lebih dari 40 persen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Objek Wisata Dieng, Sri Utami mengatakan kemunculan embun es pada pertengahan pekan lalu memicu meningkatnya tingkat kunjungan akhir pekan.

Sebelumnya, angka kunjungan berkisar 15 ribu orang per hari. Setelah munculnya embun es naik menjadi 21 ribu orang per hari.

"Kalau untuk embun upas itu sangat berpengaruh, Mas. Setelah kemarin pemberitaan oleh teman-teman media, kemudian itu menjadikan wisatawan penasaran, untuk menyaksikan embun upas di musim ini. Itu terbukti di angka kunjungannya, meningkat luar biasa, weekend sebelum embun upas, dan weekend setelah embun upas. Itu kan sebelumnya, 15 ribu lebih setelah embun upas 21 ribu lebih," kata Sri Utami, Selasa (5/7/2022).

Baca juga:


Sri Utami mengatakan wisatawan banyak berkunjung dan menginap di Dieng untuk berburu embun es.

Embun es lazimnya muncul pada dinihari, kisaran pukul 03.00 WIB dan mulai mencair pada pukul 06.30 WIB. Selain meningkatkan kunjungan wisata di objek wisata di Dieng, embun es juga membuat okupansi penginapan meningkat tajam.

Sri Utami menambahkan, embun es adalah fenomena tahunan yang biasanya muncul pada musim kemarau.

Diperkirakan embun es berpotensi muncul hinggga September mendatang, meski tidak setiap hari. Sebab, puncak musim bediding atau dingin biasanya terjadi antara Juni-September.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending