Satu Anggota MIT Poso Tewas Tertembak, Enam DPO dalam Pengejaran

Kontak tembak ini merupakan rententan kejadian dari hari Minggu (11/07) lalu yang juga menewaskan dua orang anggota MIT Poso.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 19 Jul 2021 08:51 WIB

Author

Aldrimslit Thalara

Satu Anggota MIT Poso Tewas Tertembak, Enam DPO dalam Pengejaran

Sejumlah anggota Satgas Madago Raya bersiaga di kawasan RS Bhayangkara, Palu, Sabtu malam, 17 Juli 2021. Foto: KBR/Aldrim Thalara

KBR, Poso- Kontak tembak antara Satuan Tugas Operasi Madago Raya dan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali terjadi, Sabtu siang, 17 Juli 2021. Peristiwa itu terjadi di Pegunungan Buana Sari, Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Seorang anggota kelompok MIT diduga tewas saat baku tembak. Enam hari sebelumnya, baku tembak antara Satgas Madago Raya dan MIT juga sempat pecah.

Juru bicara Satuan Tugas Operasi Madago Raya, Bronto Budiyono mengatakan jenazah terduga teroris itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk diidentifikasi. Kata dia, setelah proses identifikasi, jenazah langsung dimakamkan pada Sabtu malam, 17 Juli 2021.

"Pada malam ini kita laporkan bahwa tadi siang sekitar pukul 11.30 telah terjadi kontak tembak di pegunungan Buana Sari, Sesa Tolai Induk, Kecamatan Torue Kabupaten Parimo (Parigi Moutong). Mengakibatkan satu orang DPO tewas. Jenazah sudah dievakuasi pada hari ini juga di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng pada hari ini juga," jelas Bronto, Sabtu (17/7/2021).

Kontak tembak ini merupakan rententan kejadian dari hari Minggu (11/07) lalu yang juga menewaskan dua orang anggota MIT Poso.

"Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI dan Inafis Polda Sulteng, DPO yang tewas tersebut inisialnya B alias AA alias A," ungkap Bronto.

Dengan tewasnya tiga anggota kelompok MIT, saat ini diperkirakan masih ada enam anggota yang tersisa. Satgas masih terus mengejar enam orang DPO tersebut, dan beberapa kali meminta mereka menyerahkan diri.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10