covid-19

Polres Indramayu Tangkap Pegawai Puskesmas Pemalsu Tes Swab Antigen

Pelaku mengaku menjual surat palsu itu seharga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Polisi kini mendalami kemungkinan ada keterkaitan pegawai puskesmas lainnya dalam aksi tersebut.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 26 Jul 2021 22:52 WIB

Author

Frans Mokalu

Polres Indramayu Tangkap Pegawai Puskesmas Pemalsu Tes Swab Antigen

Petugas Polres Indramayu bersama seorang terduga pelaku pemalsu surat hasil tes swab antigen. (Foto: KBR/Frans Mokalu)

KBR, Cirebon - Polres Indramayu Jawa Barat menangkap terduga pelaku pemalsuan surat tes swab antigen.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu Luthfi Olot Gigantara mengatan pelaku merupakan salah satu pegawai Puskesmas di Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu.

Saat diperiksa polisi, kata Luthfi, pelaku berinisial W mengakui sudah melakukan aksinya selama dua bulan.

"Setelah kami amankan dan dilakukan pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah membuat surat palsu tersebut," kata Luthfi Olot Gigantara, Senin (26/7/2021).

Menurut Luthfi, pelaku merupakan warga Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu. W ditangkap polisi saat menjalankan aksinya memalsukan surat tes swab antigen pada Minggu, (15/7/2021) malam.

Saat penangkapan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 40-an KTP yang sudah di fotokopi dan sejumlah surat hasil tes swab yang tertulis untuk tanggal 26 Juli 2021.

"Barang bukti kami amankan untuk pengembangan lebih lanjut," kata Luthfi.

Polres Indramayu pun belum bisa menyimpulkan untuk keperluan apa surat hasil tes swab tersebut. Namun, dari keterangan pelaku, saat ini surat tes swab antigen diperlukan untuk keperluan perjalanan baik dalam kota maupun luar kota.

"Untuk itu kami masih melakukan pendalaman, sejauh ini kami melihat untuk keperluan perjalanan," ujarnya.

Dari pemeriksaan polisi, W mengaku menjual surat palsu itu seharga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Polisi kini mendalami kemungkinan ada keterkaitan pegawai puskesmas lainnya dalam aksi tersebut. 

"Salah satu oknum di Puskesmas sebagai petugas kebersihan. Sementara kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai modus-modus lain dan keterlibatan oknum-oknum lain," pungkasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10