Pemprov DIY Siapkan 50-an Shelter untuk Isolasi Mandiri Gratis

"Di shelter mereka mendapat vitamin, makanan tiga kali sehari dan alat mandi juga. Ada koordinator shelter dan ada pendampingan, karena setiap hari kita pantau keadaan shelter-shleter itu."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 06 Jul 2021 23:47 WIB

Author

Ken Fitriani

Pemprov DIY Siapkan 50-an Shelter untuk Isolasi Mandiri Gratis

Warga berolahraga di Alun-alun Selatan, Yogyakarta, Jumat (2/7/2021). Alun-alun ditutup untuk cegah COVID-19. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri)

KBR, Yogyakarta – Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta melalui Dinas Sosial DIY menyiapkan 59 shelter untuk isolasi mandiri bagi warga yang dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala ringan.

Dari 59 shelter tersebut, baru terisi 14 shelter dengan 211 orang yang melakukan isolasi mandiri. Shelter tersebut bisa diakses oleh penyintas secara gratis dengan fasilitas yang sudah disiapkan.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan puluhan shelter tersebut berkapasitas antara 10 hingga 72 kamar.

Shelter tersebut memanfaatkan berbagai bangunan baik milik pemda, sekolah, maupun gedung milik kelurahan dan kapanewon di DIY, termasuk Balai Diklat Kementerian Sosial.

“Ya, 59 shelter itu yang sudah siap menerima, jika ada penyintas untuk isolasi mandiri. Kapasitasnya berkisar ada yang 10, ada yang 20, 30 ada yang 60 orang. Berkisaran di situ. Itu yang di provinsi. Sedangkan, yang di kota ada yang kapasitas 72 orang, “ katanya dalam wawancara daring, Selasa (6/7/2021).

Menurut Endang, 59 shelter tersebut sudah beroperasi sejak 1 Juli lalu sebagai upaya mengantisipasi lonjakan pasien positif yang terjadi sejak pertengahan bulan Juni.

Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 adalah dengan membawa hasil swab antigen atau PCR positf dan fotokopi KTP.

“Itu saja syaratnya. Di shelter mereka mendapat vitamin, makanan tiga kali sehari dan alat mandi juga. Ada koordinator shelter dan ada pendampingan, karena setiap hari kita pantau keadaan shelter-shleter itu, “ tuturnya.

Anggaran yang digelontorkan untuk setiap shelter sekitar Rp92 juta dengan hitungan menangani 50 penyintas selama waktu dua minggu.

Untuk mengaktifkan 59 shelter itu, Pemda DIY mengalokasikan anggaran lebih dari Rp5,4 miliar untuk periode dua minggu sesuai hitungan lama isoman penyintas Covid-19.

“Untuk shelter yang disediakan oleh kampus seperti UAD, Unisa dan hotel yang telah bekerja sama dengan Pemda DIY, sifatnya berbayar. Jika ditotal, DIY punya 77 shelter, “ pungkasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10