covid-19

Pemakaman Jenazah Mengantre di Jombang, Sehari 18 Kematian Terkonfirmasi Positif Covid-19

Proses pemakaman dilakukan dengan protokol Covid-19

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 07 Jul 2021 14:25 WIB

Pemakaman Jenazah Mengantre di Jombang, Sehari 18 Kematian Terkonfirmasi Positif Covid-19

Suasana di depan Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Jombang. Terlihat sejumlah keluarga pasien menunggu jenazah, Selasa, (6/7/2021). Foto:KBR-Muji Lestari

KBR, Jombang- Antrean pemakaman pasien dengan protokol kesehatan Covid-19 di RSUD Jombang, Jawa Timur membeludak. Berdasarkan pantauan, sejak beberapa hari terakhir, belasan keluarga pasien terlihat duduk selama berjam-jam di trotoar jalan persis di depan kamar jenazah rumah sakit, Selasa (6/7/2021).

Salah satunya Kepala Desa Sukodadi Kabuh, Sukoyo, yang kehilangan salah satu anggota keluarganya akibat sakit paru-paru. Sukoyo mengaku menunggu hingga belasan jam untuk proses pemulasaraan sang paman berinisial S (70) di Paviliun Kenanga. Sebab, proses pemakaman akan dilakukan dengan protokol Covid-19.

"Saya dari tadi malam jam 6 sore (18.00 WIB) sampai siang ini jam 12.00 WIB, itu pun belum clear, masih harus nunggu BPBD," ujar Sukoyo.

Kata Sukoyo, selain pamannya, masih ada puluhan pasien lain yang meninggal dalam kurun sehari. Entah itu pasien dengan hasil diagnosa Covid-19 atau hanya suspek, karena memiliki riwayat penyakit.

"Saya saja antrean 18, itu masih banyak di dalam," tandasnya.

Sukoyo berharap semua musibah ini segera berakhir dan tidak ada lagi antrean pasien Covid-19. Di desa yang dia pimpin, Sukoyo kerap meminta para warga selalu mengedepankan protokol kesehatan secara ketat.

"Warga saya tetap saya minta jaga protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas," harapnya.

Belasan Pasien Meninggal dalam Sehari

Catatan di RSUD Jombang, dalam sehari ada 18 kematian pasien terkonfirmasi Covid-19. Jumlah ini belum ditambah dengan kematian berstatus probable atau suspek.

Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran mengakui tingginya angka kematian tersebut sebab rata-rata pasien yang datang sudah dalam kondisi kritis.

"Memang sebagian besar pasien Covid-19 mulai tanggal 5 Juli sampai 6 (Juli), pagi ini tercatat 18 pasien meninggal, semuanya confirm, ada yang probable, ada yang suspek tapi saya tidak berapa," ungkap Direktur RSUD Jombang, Puji Umbaran.

Berdasarkan pantauan di laman Dinkes Kabupaten Jombang per 5 Juli 2021, pukul 14.00 WIB, tercatat ada 11 kecamatan dengan status zona merah, tujuh kecamatan zona oranye, dan dua kecamatan zona kuning. Sedangkan Kecamatan Wonosalam, jadi satu-satunya kecamatan dengan status zona hijau.

Per kemarin, secara kumulatif jumlah pasien Covid-19 di Jombang mencapai 5.538 kasus, dengan rincian 299 pasien masih dirawat di beberapa rumah sakit, dan 50 orang menjalani isolasi mandiri.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pasti Menyesal Dateng Belakangan Ya

Yuda Candu

Berkarya Tanpa Narkoba

Kabar Baru Jam 7