covid-19

Operasi SAR Korban Tenggelamnya KMP Yunicee Ditutup, 17 Masih Hilang

"Kesepakatan antara tim dan keluarga korban memutuskan operasi SAR secara teori ditutup. Namun kalau ada tanda-tanda korban ditemukan, kami di Banyuwangi dan Bali siap laksanakan evakuasi."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 05 Jul 2021 23:41 WIB

Operasi SAR Korban Tenggelamnya KMP Yunicee Ditutup, 17 Masih Hilang

Barang temuan milik KMP Yunicee di Banyuwangi Jawa Timur saat pencarian, Rabu (30/6/2021). (Foto: ANTARA/Budi Candra)

KBR, Banyuwangi - Badan SAR Nasional (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian korban hilang musibah tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Yunicee di Selat Bali, hari ini, Senin (5/7/2021).

Kasi Operasional Kantor Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi bersama tim SAR gabungan selama tujuh hari pencarian dan kesepakatan dengan keluarga korban yang hilang, maka diputuskan operasi SAR gabungan pencarian korban hilang KMP Yunicee dilakukan selama tujuh hari.

Meski demikian, kata Wayan, tim SAR di masing- masing wilayah, seperti di Banyuwangi mapun di Jemberana Bali, tetap siaga, jika ada penemuan korban hilang.

Artinya, meski operasi SAR gabungan resmi ditutup, namun Basarnas dan unsur SAR lainya tetap melakukan operasi skala kecil untuk mencari korban hilang tenggelamnya KMP Yunicee tersebut.

“Itu hasil terakhir adalah 17 korban belum ditemukan. Itu kesepakatan antara team dan keluarga korban tadi memutuskan operasi SAR secara teori ditutup. Namun tidak melepas kemungkinan kalau ada tanda-tanda korban ditemukan, kami di Banyuwangi dan Bali siap untuk melaksanakan evakuasi,”ujar I Wayan Suryatna, Senin (5/7/2021) melalui sambungan telpon.

I Wayan Suyatna menambahkan selama pelaksanaan operasi SAR gabungan selama tujuh hari, Tim SAR berhasil mengevakuasi 51 orang dalam kondisi selamat, sembilan orang meninggal dan 17 orang masih belum ditemukan.

Untuk korban meninggal dunia, seluruh jenazah telah diidentifikasi dan dikembalikan ke keluarganya masing-masing.

Kapal motor penumpang (KMP) Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk Bali. KMP Yunicee tenggelam di wilayah utara lampu merah Gilimanuk atau 300 meter dari Pelabuhan Gilimanuk.

Kapal yang membawa puluhan penumpang dari Pelabuhan Ketapang itu, diperkirkan tenggelam pada Selasa malam pukul 19.20 WITA atau pukul 18.20 WIB.

Temuan KNKT

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah meminta keterangan 10 saksi tenggelamnya KMP Yunicee. Saksi yang diperiksa tersebut merupakan anak buah kapal (ABK) dan penumpang kapal.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, selain meminta keterangan para saksi, tim juga memeriksa kamera pengawas CCTV di dermaga pelabuhan untuk mengetahui kondisi cuaca pada saat kejadian.

Soerjanto mengatakan hal lain yang akan didalami KNKT adalah temuan adanya penumpang selamat yang saat ditemukan ternyata tidak memakai life jacket atau jaket penyelamat.

KNKT akan mendalami letak jaket keselamatan di dalam kapal, sehingga sampai ada penumpang yang tidak memakainya pada kondisi darurat.

“Paling gampang kan penumpang ada yang tidak memakai life jacket, kenapa itu terjadi? Kita akan teliti ke belakangnya. Bagaimana pelatihannya? Apakah tempat life jacket gampang dijangkau? Kalau jumlah life jacketnya rata-rata lebih, kalau dicek teman-teman pengawas. Cuma tempatnya sebelum berlayar apa diberi tahu, sehingga penumpang mengambil tidak berebutan,” kata Soerjanto Tjahjono.

Investigasi terhadap KMP Yunicee diperkirakan berlangsung paling cepat tiga bulan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pasti Menyesal Dateng Belakangan Ya

Yuda Candu

Berkarya Tanpa Narkoba

Kabar Baru Jam 7