covid-19

Krisis Tabung Oksigen, Dinkes Banjarnegara Telepon Distributor Terbesar

Akibatnya terjadi rebutan tabung oksigen antar-rumah sakit.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 01 Jul 2021 08:14 WIB

Krisis Tabung Oksigen, Dinkes Banjarnegara Telepon Distributor Terbesar

Ilustrasi seorang warga mendapat penanganan oksigen dari petugas PMI. Foto: Edho Sinaga/KBR

KBR, Banjarnegara– Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalami krisis tabung gas oksigen selama sepekan terakhir. Akibatnya terjadi rebutan tabung oksigen antar-rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, Latifa Hesti Purwaningtyas menyatakan siap memfasilitasi rumah sakit yang mengalami krisis tabung oksigen.

Dia mengaku telah menghubungi langsung direktur Samator, distributor terbesar tabung gas oksigen di wilayah Jawa Tengah. Dari hasil komunikasinya, permasalahan tersebut bisa diatasi dengan catatan ada koordinasi yang baik antara rumah sakit dan distributor.

Kata dia, rumah sakit diminta terus mengawasi dan memperbarui ketersediaan tabung oksigen, agar stok tidak sampai menipis. Hal ini dilakukan supaya ada jeda waktu untuk pengadaan tabung oksigen. Selain itu, menurut Latifa, pemerintah daerah juga akan membantu RS yang mengalami krisis tabung oksigen dengan kewenangan yang dimiliki.

“Sudah sejak seminggu yang lalu, tidak hanya Banjarnegara ya, semua rumah sakit memang rebutan tabung oksigen. Yang kita, yang kita salah satunya di PKU. Dan Alhamdulillah, saya sudah calling ke kepalanya, Samator. Artinya saat itu, langsung didrop dari Samator. Dan saya di grup rumah sakit juga sudah mengatakan, ayo awasi ketersediaan stok tabung oksigen. Jangan sampai menipis. Karena semuanya sedang rebutan. Dan saya, izin Pak Bupati, kalau ada permasalahan, saya akan langsung telepon direkturnya,” kata Latifa Hesti Purwaningtyas, dikutip dari rilis video, Rabu (30/6/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, Latifa Hesti Purwaningtyas menjelaskan, ada empat rumah sakit rujukan Covid-19 di Banjarnegara dengan kapasitas total sekitar 200 tempat tidur. Saat ini, pasien virus korona yang dirawat di RS mencapai 168 orang.

Dia mengklaim, ada ketidakakuratan data di Pemprov Jawa Tengah soal jumlah pasien Covid-19 yang dirawat, di mana disebutkan ada lebih dari 400 orang. Hal ini dikarenakan ada data-data lama yang belum diperbarui.

Sebelumnya, terjadi krisis tabung oksigen di Banjarnegara. Bahkan, sejumlah rumah sakit harus mencari alat bantu napas itu hingga luar daerah dan melibatkan banyak relawan dari berbagai kelompok masyarakat.

Editor: Sindu Dh

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11