Buku Putih Insiden Penembakan Laskar FPI Diterbitkan

Bekas Anggota TP3 Laskar FPI, Marwan Batubara mengatakan, tujuan penerbitan "Buku Putih" itu untuk memenuhi permintaan Presiden Joko Widodo.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Rabu, 07 Jul 2021 16:38 WIB

Author

Resky Novianto

Buku Putih Insiden Penembakan Laskar FPI Diterbitkan

Adegan saat rekonstruksi penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar Front Pembela Islam (FPI) meluncurkan "Buku Putih". Isinya terkait fakta peristiwa berdasarkan temuan yang ada.

Bekas Anggota TP3 Laskar FPI, Marwan Batubara mengatakan, tujuan penerbitan "Buku Putih" itu untuk memenuhi permintaan Presiden Joko Widodo. Ia berharap Jokowi berkenan membaca buku tersebut.

"Kita mencatat bahwa secara resmi buku putih ini resmi kita luncurkan dan siap untuk disebarkan, baik melalui hard copy maupun soft copy melalui PDF kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama juga kepada yang pernah meminta (membuat buku) kepada kita, yaitu Bapak yang namanya Joko Widodo, Presiden RI," ujar Marwan dalam Acara Peluncuran Buku Putih "Pelanggaran HAM Berat - Pembunuhan Enam Pengawal HRS" di Kanal Youtube FNN TV, Rabu (7/7/2021).

Bekas Anggota TP3 Laskar FPI, Marwan Batubara menuturkan, penerbitan "Buku Putih" juga menjadi bagian dari ikhtiar Tim, untuk mengungkap kebenaran yang sesungguhnya.

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar Front Pembela Islam (FPI) diketuai oleh Abdullah Hehamahua. Buku itu mengulas peristiwa penembakan yang dialami Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50.

Sebelumnya, peristiwa penembakan terhadap 6 anggota FPI itu terjadi pada awal Desember tahun lalu. Kejadiannya sekitar jam setengah satu dini hari.

Ketika itu, Kapolda Metro Jaya Mohammad Fadil Imran menjelaskan alasan anak buahnya mengambil tindakan penembakan itu dengan alasan membela diri. Karena, mobil penyidik dipepet dan diserang menggunakan senjata api dan senjata tajam oleh 10 Laskar FPI yang sedang mengawal kepergian pimpinan mereka, Rizieq Shihab. Akibat penembakan itu, 6 Laskar FPI tewas.

Komnas HAM sendiri menyebut, tindakan penembakan oleh polisi itu tidak bisa dibenarkan.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10