Pemkot Jayapura Kekurangan Anggaran Tangani COVID-19, Sebagian untuk Sewa Hotel

Pemkot minimal keluarkan dana Rp60-70 juta per hari untuk sewa hotel dan biaya pasien di hotel.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 24 Jul 2020 22:31 WIB

Author

Arjuna Pademme

Pemkot Jayapura Kekurangan Anggaran Tangani COVID-19, Sebagian untuk Sewa Hotel

Ilustrasi uang anggaran. (Foto: Kemenkeu.go.id)

KBR, Jayapura- Pemerintah Kota Jayapura, Papua, mulai kekurangan anggaran untuk menangani pandemi COVID-19 di wilayahnya. 

Selama tiga bulan ke belakang, anggaran penanganan virus korona banyak digunakan untuk menyewa hotel sebagai tempat karantina dan isolasi pasien.

Sebab, kapasitas rumah sakit di wilayah tersebut tak mampu lagi menampung penderita COVID-19. 

Untuk semua itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengaku telah mengeluarkan anggaran Rp4,2 miliar.

Rinciannya, antara lain untuk sewa hotel sebulan berkisar Rp1,4 miliar. Pemkot minimal keluarkan dana Rp60-70 juta per hari untuk sewa hotel dan biaya pasien di hotel.

"Dana APBD Kota Jayapura sudah sangat terbatas. Tidak mencukupi lagi untuk membiayai daripada isolasi di Hotel Sahid. Paling tidak kita harap, paling tidak provinsi bakal bantu kita untuk menangani ini. Kami masih mengurus bagaimana bantuan Pemerintah Provinsi Papua sampai dengan Desember 2020. Mudah-mudahan terealisasi," kata Rustan Saru, Jumat (24/7/2020).

Sejak pandemi COVID-19 terjadi empat bulan lalu, total anggaran penanganan dan pencegahan yang telah digunakan Pemkot Jayapura sekitar Rp19 miliar.

Anggaran itu digunakan antara lain untuk penanganan pasien, pencegahan lewat tes cepat (rapid test), sosialisasi, serta bantuan sosial kepada masyarakat. 

Berdasar data covid19.papua.co.id, per Jumat, 24 Juli 2020, pukul 17.00 WIT, total kasus positif di Kota Jayapura sebanyak 1.688 orang. 

Dari jumlah itu, 1.139 dirawat, 526 orang sembuh, dan 23 meninggal. Kasus COVID-19 di Kota Jayapura, merupakan yang terbanyak di Provinsi Papua. 

Editor: Sindu Dharmawan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Iduladha, Komunitas Banokeling Banyumas Baru Rayakan Kamis ini

Kabar Baru Jam 8

Perang Melawan Infodemi