Klaster Pabrik, Ganjar Minta Kepala Daerah Bentuk Gugus Tugas Covid di Kawasan Industri

"Untuk membereskan seluruh tata kelola yang ada termasuk protokol kesehatan karena ada beberapa yang masuk dalam lingkungan Semarang Raya,"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 10 Jul 2020 13:30 WIB

Author

Anindya Putri

Klaster Pabrik, Ganjar Minta Kepala Daerah Bentuk Gugus Tugas Covid di Kawasan Industri

Sebanyak 20 ASN positif covid, petugas menyemprotkan cairan di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2020). (Antara/Aji Styawan)

KBR, Semarang-  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta Bupati/Wali Kota yang memiliki kawasan industri untuk membuat tim gugus tugas khusus penanganan covid-19. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan dibentuknya tim gugus tugas khusus di kawasan industri untuk memantau dan mengantisipasi persebaran virus covid-19 di lingkungan pekerja.

"Keputusan dari pak Walikota bersama pemprov sehingga di kawasan industri kita minta dibuat gugus tugas khusus untuk membereskan seluruh tata kelola yang ada termasuk protokol kesehatan karena ada beberapa yang masuk dalam lingkungan Semarang Raya," ungkap Ganjar di Semarang, Jumat ( 10/07/20) .

Menurut Ganjar, dengan dibentuknya tim gugus tugas khusus di kawasan industri diharapkan mampu memperbaiki protokol kesehatan, agar tidak menimbulkan klaster baru dari perusahaan. Lantaran di kawasan industri tingkat penularan cukup tinggi mengingat dalam satu perusahaan bisa terdapat 1.000 pegawai.

"Mengingat di kawasan industri itukan bisa cepat menyebar penularan," jelasnya.

Sebelumnya, terdapat tiga perusahaan yang menjadi klaster penularan di Kota Semarang, dengan total lebih dari 200 orang terinfeksi covid-19.  Dari tiga perusahaan tersebut bergerak di bidang garment, migas dan satu BUMN.  

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pemerintah Malaysia Perpanjang Masa Pengetatan Kegiatan Publik

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kembali Izinkan Umrah, Saudi Umumkan Ketentuan