Klaster Industri, Ganjar Minta Pemkot Semarang Tutup Sementara 3 pabrik

"Saya sudah bicara dengan Pak Wali untuk ditutup dulu. Katakan untuk tiga hari disemprot dulu."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 08 Jul 2020 15:00 WIB

Author

Anindya Putri

Klaster Industri,  Ganjar Minta Pemkot Semarang Tutup Sementara 3 pabrik

Sebanyak 20 ASN positif covid, petugas menyemprotkan cairan di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2020). (Antara/Aji Styawan)

KBR, Semarang-  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menanggapi tiga Perusahaan yang menjadi klaster baru penularan covid-19 di Kota Semarang. Dia meminta kepada Pemerintah Kota Semarang untuk mengawasi dan menutup sementara tiga perusahaan tersebut agar tidak menjadi sumber penularan virus Covid-19.

"Dari kejadian itu kita minta, saya sudah bicara dengan Pak Wali untuk ditutup dulu. Katakan untuk tiga hari disemprot dulu. Anda menurut protokol baru apa tidak? Kalau tidak, nanti kita dampingi. Kemudian, sekian orang yang sudah terinfeksi harus diisolasi kalau dia OTG, untuk pemeriksaan juga harus tetap jalan," ujar Ganjar  di Semarang, Rabu (08/07/20).

Menurut Ganjar, selain pengawasan juga diperlukan edukasi protokol kesehatan penanganan covid-19 diseluruh perusahaan yang berada di Semarang Raya. Tujuannya agar tidak terulang kembali kasus klaster  penularan dari kawasan Industri.

" Tidak hanya diperketat tapi ada edukasi lagi di perusahaan-perusahaan," katanya.

Terkait dengan keterbukaan tiga perusahaan yang menjadi klaster, Ia juga menyarankan Pemkot Semarang untuk lebih terbuka agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Agar masyarakat tidak resah itu juga perlu diberi informasi yang jelas,"pungkasnya. 

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam, menyebutkan terjadi klaster baru di 3 perusahaan. Kata dia, dari penelusuran total berjumlah 300 orang.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kembali Izinkan Umrah, Saudi Umumkan Ketentuan

Eps7. Jejak Kearifan Lokal Gambut

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi Covid-19, Suara Penolakan dari Garda Terdepan

Kabar Baru Jam 8