Disegel Pemkab Kuningan, GKR Hemas Minta Pembangunan Makam Sunda Wiwitan Dilanjutkan

"Budaya dan istiadat ini adalah bukan warisan tapi kepercayaan kita yang menjadi sumber kekuatan jati diri bangsa,"

BERITA | NUSANTARA

Senin, 27 Jul 2020 14:52 WIB

Author

Frans Mokalu

Disegel Pemkab Kuningan, GKR Hemas Minta Pembangunan Makam Sunda Wiwitan Dilanjutkan

Bakal pesarehan sesepuh masyarakat AKUR Sunda Wiwitan di Situs Curug Goong, Kuningan, Jawa Barat, yang disegel pemkab setempat, Senin (20/7). (Foto: Istimewa)

KBR, Jakarta- Anggota DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta  pembangunan   Makam Tokoh Sunda Wiwitan di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat,  

dilanjutkan kembali. Sebelumnya, pembangunan makam Sunda Wiwitan pembangunannya disegel Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan alasan belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan memperhatikan kebudayaan lokal dan keadilan di tengah masyarakat.

"Saya rasa ini bukan sesuatu yang sulit untuk dibicarakan dan diselesaikan dengan baik," katanya  setelah meninjau secara langsung Pembangunan Makam Tokoh Sunda Wiwitan di Cigugur Kabupaten Kuningan, Senin (27/07/2020).

Ia menyatakan, keluarga memiliki hak untuk membangun tempat pemakaman terlebih menyangkut tokoh budaya suatu daerah tertentu.

"Sama dengan keluarga kami sebagai tempat peristirahatan terakhir di Imogiri," imbuhnya.

Menurutnya, kebudayaan merupakan kepercayaan leluhur yang penuh makna dan nilai dalam kehidupan, untuk itu masyarakat setempat harus melakukan upaya untuk melestarikan serta mempertahankan kearifan lokal tersebut.

"Jangan sampai masyarakat di Cigugur ini tidak memperhatikan kehidupan budaya dan adat istiadat yang cukup kuat. Budaya dan istiadat ini adalah bukan warisan tapi kepercayaan kita yang menjadi sumber kekuatan jati diri bangsa," tuturnya.

Baca: Bangunan Bakal Pemakaman Sesepuh Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Disegel Pemkab Kuningan


Ia menyatakan, kepercayaan apapun seharusnya tidak merombak ajaran-ajaran peninggalan zaman dahulu.

"Ini harus menjadi keyakinan tidak boleh seorang pun mengubah atau melakukan perombakan dengan kepercayaan yang ada," ujarnya.

(GKR) Hemas   menyatakan kesiapannya menjadi mediator dengan pemerintah daerah setempat.

"Saya dari DPD RI tentu akan kami bahas bersama dan kami akan membantu mengkomunikasikannya dengan Pemerintah daerah," pungkasnya.

 

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Merebaknya Teori Konspirasi dan Disinformasi Covid

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Iduladha, Komunitas Banokeling Banyumas Baru Rayakan Kamis ini

Kabar Baru Jam 8