Banjir Bandang Luwu Utara, 30 Meninggal dan 66 Masih Dicari

"Masih ada laporan warga yang masih hilang, yaitu sekitar 66 orang. Jadi ada memang beberapa lokasi itu masih tertumpuk material,"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 17 Jul 2020 00:02 WIB

Author

Nurdin Amir

Banjir Bandang Luwu Utara, 30 Meninggal dan 66 Masih Dicari

Petugas SAR mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Rabu (15/7). (Antara/Abriawan)

KBR, Makassar- Tim SAR gabungan kembali menemukan tiga  korban Banjir Bandang di Luwu Utara. Satu korban ditemukan di Desa Meli dan dua  korban ditemukan di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.
 
Hingga hari ke-tiga proses pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara tim Basarnas menemukan korban meninggal 30 orang dan sejumlah korban masih dalam pencarian. Sementara itu, ribuan warga yang terdampak terpaksa harus mengungsi ke daerah yang aman.
 
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani mengatakan, saat ini tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian korban yang hilang tertimbun tanah akibat banjir bandang.
 
“Kondisi hari ini masih kita terus lakukan pencarian, karena masih ada laporan warga yang masih hilang, yaitu sekitar 66 orang. Jadi ada memang beberapa lokasi itu masih tertumpuk material, karena kami fokus pencarian orang hilang. Kemudian evakuasi warga yang masih bertahan. Kita edukasi untuk mengantisipasi potensi terjadi bencana susulan. Mengingat curah hujan di hulu masih terjadi dan intesitasnya masih cukup tinggi,” ujar Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani, kepada KBR, Kamis (16/07).
 
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bersama Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka melakukan pemantauan dari udara yang menunjukkan kerusakan sejumlah infrastukur dan pemukiman warga akibat Banjir Bandang dan juga memantau kondisi warga yang mengungsi.
 
Nurdin Abdullah, mengungkapkan turut prihatin atas kejadian banjir bandang yang menimpa warga di Luwu Utara. Dan akan melakukan langkah-langkah dalam penanggulangan bencana ini, terutama proses pencarian korban yang belum ditemukan dan memastikan logitik hingga jaringan listrik.
 
“Langkah awal kita adalah mencari keluarga yang belum ditemukan. Itu dulu. Yang kedua, kami pastikan logistik tersedia dan air bersih. Ketiga, kita pulihkan cepat listrik, jaringan, sehingga kita berhubungan dengan keluarga. Jaringan itu sangat penting, karena keluarga pasti khawatir yang mau menghubungi keluarganya di sini,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, usai mengunjungi warga korban banjir bandang di pengungsian, Kamis (16/07).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kembali Izinkan Umrah, Saudi Umumkan Ketentuan

Eps7. Jejak Kearifan Lokal Gambut

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi Covid-19, Suara Penolakan dari Garda Terdepan

Kabar Baru Jam 8