Anggaran Terkuras Habis, Pemkot Jayapura Hentikan Rapid Test Massal

"Stop melakukan rapid test masal, masif di wilayah Kota Jayapura. Karena angka kita terus bertambah, terus naik."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 27 Jul 2020 12:15 WIB

Author

Arjuna Pademme

Anggaran Terkuras Habis, Pemkot Jayapura Hentikan Rapid Test Massal

Ilustrasi alat rapid test. (Foto: ANTARA)

KBR, Jayapura - Pemerintah Kota Jayapura, Papua memutuskan menghentikan pemeriksaan cepat (rapid test) massal untuk deteksi COVID-19. 

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan angka kasus COVID-19 di ibu kota Provinsi Papua itu terus meningkat. Akan tetapi, pemerintah setempat mulai mengalami keterbatasan anggaran.

"Dana kita terkuras habis urus COVID-19. Saya sudah memerintahkan kepada Ketua Tim Gugus Penanganan COVID-19 Kota Jayapura dan Dinas Kesehatan Kota agar menghentikan rapid test di wilayah Kota Jayapura. Stop melakukan rapid test masal, masif di wilayah Kota Jayapura. Karena angka kita terus bertambah, terus naik," kata Benhur Tomi Mano, Senin (27/7/2020).

Menurut Wali Kota Jayapura, rapid test yang dilakukan secara massif sejak empat bulan terakhir, bertujuan menemukan potensi kasus korona sedini mungkin. 

Dengan begitu, mereka yang diketahui mengalami gejala COVID-19 dapat segera ditangani dan bisa sembuh secepatnya. 

Akan tetapi seiring terus bertambahnya pasien, Pemerintah Kota Jayapura mulai kekuarangan anggaran. 

Tomi Mano mengatakan, Pemkot Jayapura telah mengusulkan bantuan dana senilai Rp 19 miliar kepada Pemerintah Provinsi Papua. Akan tetapi permintaan itu belum mendapat jawaban hingga kini. 

Berdasarkan situs covid19.go.id , Kota Jayapura masih termasuk zona berisiko tinggi (zona merah) COVID-19 di Papua. 

Hingga 26 Juli 2020, total positif Covid-19 di Kota Jayapura mencapai 1.764. Dari jumlah tersebut 1.213 pasien masih dirawat, 526 orang sembuh dan 23 meninggal dunia. 

Sedangkan di seluruh wilayah Provinsi Papua ada 2.889 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut 1.319 pasien sembuh, 1.538 masih dirawat dan 32 meninggal dunia.

Pemerintah Provinsi Papua melonggarkan pembatasan aktivitas sosial mulai 5 Juni dan diperpanjang hingga 5 Juli.  

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kembali Izinkan Umrah, Saudi Umumkan Ketentuan

Eps7. Jejak Kearifan Lokal Gambut

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi Covid-19, Suara Penolakan dari Garda Terdepan

Kabar Baru Jam 8