Pemprov Jateng Luncurkan Aplikasi Digital untuk Petani

"Dengan aplikasi ini harapannya mereka akan punya wawasan," kata Gubernur Jateng.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 05 Jul 2019 19:06 WIB

Author

Anindya Putri

Pemprov Jateng Luncurkan Aplikasi Digital untuk Petani

Petani menanam padi di area persawahan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019). (Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra)

KBR, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng)  meluncurkan aplikasi digital bernama “Agro Jowo”. Aplikasi ini diharapkan bisa menggantikan peran tengkulak serta membantu petani memasarkan hasil panennya.

"Dengan aplikasi ini harapan kita bisa cut off satu proses yang panjang itu sehingga harga di tingkat petani harganya bisa lebih tinggi, jualnya lebih gampang dan jual di tingkat konsumen bisa lebih rendah,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat (5/7/2019).

“Kecanggihan teknologi bisa digunakan petani sehingga mereka tidak bingung jualnya kemana. Kalau kemudian mereka pasrah dengan tengkulak, maka harga akan ditentukan oleh tengkulak itu. Tapi dengan aplikasi ini harapannya mereka akan punya wawasan," tambah Ganjar.


Menjangkau Pembeli Internasional

Ganjar berharap Agro Jowo bisa membantu petani mengekspor hasil pertanian Jawa Tengah dan bersaing secara terbuka di pasar global.

"Aplikasi ini kan bisa dijangkau sampai internasional karena ada tim yang mengembangkan. Apalagi para petani juga bakal dibantu admin jika melayani pembeli internasional, dan juga bakal mendapat pelatihan," katanya.

Aplikasi Agro Jowo juga menyediakan data produk pertanian, perikanan dan peternakan, info harga, data pemasok kebutuhan petani, sampai data pembeli. Data-data itu diharapkan bisa membantu petani Jateng meningkatkan kuantitas ekspornya.

Menurut Ganjar, setiap tahun Indonesia mengekspor sekitar 35 ribu ton sayuran. Sebanyak  10 ribu tonnya berasal dari di Jawa Tengah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme