Urai Kemacetan di Nagreg, Petugas Berlakukan Buka Tutup di Titik Ini

Petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Rudi Firmansyah memperkirakan volume kendaraan di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan terus terjadi hingga tengah malam nanti.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 03 Jul 2016 17:19 WIB

Author

Arie Nugraha

Urai Kemacetan di Nagreg, Petugas Berlakukan Buka Tutup di Titik Ini

Kendaraan memadati ruas jalur di sepanjang Jalan Raya Nagreg saat puncak arus mudik di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/7). (Foto: Antara)

KBR, Bandung - Dinas Perhunungan dan Kepolisian Kabupaten Bandung menerapkan buka tutup arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan jalur mudik di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung.

Menurut anggota Tim Penghitungan Arus Kendaraan Nagreg Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Rudi Firmansyah, jalur yang dilakukan buka tutup yakni di Jalan Cikaledong.

"Tadi pagi ada rekayasa buka tutup di Cikaledong. Kendaraan roda empat seluruhnya diarahkan ke Garut, setelah dipersimpangan Malangbong-Limbangan. Ini dapat terpantau di monitor Limbangannya padat. Makanya diarahkan dari Kabupaten Bandung dilakukan buka tutup termasuk di Kadungora Garut," ujarnya kepada KBR di Posko Pemantauan Arus Mudik Nagreg, Minggu (3/7/2016).

Sementara itu kata Rudi, berdasarkan pantauan antrean kendaraan di Jalur Selatan menuju Tasikmalaya dan Garut, puncak arus mudik tahun ini terjadi sejak Sabtu (2/7/2016) hingga hari ini (Minggu 3/7/2016).

Dia pun memperkirakan volume kendaraan di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan terus terjadi hingga tengah malam nanti.

Pada perjalanan mudik Lebaran tahun ini, Jalan Raya Nagreg kembali dipadati antrean kendaraan para pemudik yang akan menuju berbagai daerah di Selatan Jawa Barat. Di antaranya Tasikmalaya dan Garut.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?