Sungai Tercemar Bahan Kimia, Ribuan Ikan di Banyumas Mati

Ribuan ikan mati di sepanjang aliran sungai tengah tambak di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

NUSANTARA

Sabtu, 16 Jul 2016 15:53 WIB

Author

Musyafa

Sungai Tercemar Bahan Kimia, Ribuan Ikan di Banyumas Mati

Bangkai-bangkai ikan bertebaran di pinggir sungai di Dusun Wates, Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Rembang yang diduga mati lantaran racun. (Foto: KBR/ Musyafa)

KBR, Rembang - Ribuan ikan mati di sepanjang aliran sungai tengah tambak di Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebagian besar di antaranya adalah ikan belanak dan mujair.

Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pemkab Rembang, Nurida Andante Islami menduga kematian itu akibat ulah pencari ikan yang menyebarkan racun ke sungai untuk memperoleh hasil tangkapan. Padahal, kata dia, Dinas Kelautan dan Perikanan setempat telah berulang kali mengingatkan untuk tak menggunakan bahan kimia saat menangkap ikan.

"Ketika racun itu masuk ke ekosistem lain, seperti terumbu karang dan mangrove, itu kan membahayakan yang lain, karena bisa menyebar. Tapi kan ada dua jenis itu, racun kimia atau racun alami kayak tuba. Kalau pakai tuba, ikan biasanya cuma pingsan. Tapi kalau pake kimia itu yang berbahaya," jelas Nurida kepada KBR, Sabtu (16/7/2016).

Nurida pun mengungkapkan kekhawatiran akan dampak berkepanjangan terhadap kerusakan ekosistem lain, seperti terumbu karang dan hutan bakau.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga sudah sering menyosialisasikan kepada warga di Desa Pesisir akan bahaya penggunaan bahan kimia terhadap lingkungan. Termasuk, kata dia, sosialisasi tentang tata cara penangakapan ikan yang baik.

Namun karena keterbatasan personil, pihaknya tak bisa mengawasi proses penangkapan ikan di setiap desa. Sehingga menurutnya, perlu dibentuk kelompok pengawas khusus di masing-masing desa untuk memastikan penangkapan ikan tak menggunakan bahan kimia yang mencemari lingkungan.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun