Puluhan Hektar Lahan Petani Samarinda Diserobot Perusahaan Tambang Batubara

"Pondok-pondok warga sebagian dijarah, mesin-mesin perontok padi pada hilang, tanaman-tanaman diambil," kata pendamping petani dari Jatam Kaltim.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 26 Jul 2016 12:53 WIB

Author

Teddy Rumengan

Puluhan Hektar Lahan Petani Samarinda Diserobot Perusahaan Tambang Batubara

Ilustrasi tambang batubara di Kalimantan Timur. (Foto: ANTARA)



KBR, Balikpapan – Sekitar 40 hektar lahan milik 20 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Padaello Palaran Samarinda Kalimantan Timur diserobot perusahaan tambang batubara.

Ahmad Saini dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur selaku pendamping Kelompok Tani Padaello mengatakan, kini para petani tidak bisa lagi beraktifitas setelah lahan mereka diduduki perusahaan itu.

Saini mengatakan, perusahaan tambang menyewa ormas untuk menduduki lahan milik petani. Pondok-pondok petani dijarah dan mesin-mesin perontok padi milik petani hilang. Tanaman milik petani juga dirusak.

Saini mengatakan perusahaan tambang menduduki lahan milik petani dengan alasan telah membelinya. Padahal, para petani tidak pernah menjual lahan mereka dan masih memegang surat yang asli.

“Kelompok Tani Padaello hari ini tidak bisa melakukan aktifitas apa-apa. Ada pendudukkan lahan oleh perusahaan. Pondok-pondok warga juga sebagian dijarah, mesin-mesin perontok padi sudah pada hilang, tanaman-tanaman juga sudah pada rusak dan diambilin. Kemarin kami kesana masih banyak tanaman lombok, tapi kini sudah tak terawat. Yang jelas para petani dilarang beraktifitas dilahan mereka sendiri," kata Achmad Saini

Ahmad Saini mengungkapkan, para petani telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Kalimantan Timur, akhir pekan lalu. Para petani menuntut agar lahan mereka dikembalikan. Para petani menolak lahan mereka dijadikan lahan aktifitas tambang.

Menurut Saini, para petani yang didampinginya berharap polisi turun tangan dan melakukan proses hukum. Petani khawatir aksi pendudukan itu berujung bentrokan antara petani dengan ormas.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10