Polisi Perketat Masuknya 8 Ribu Pemudik TKI dari Malaysia

"Kita mengetatkan lagi, dan memperbanyak lagi personil yang ada di border untuk mem-back up pengamanan di perbatasan," kata Kapolres Entikong.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 04 Jul 2016 15:45 WIB

Author

Reinardo Sinaga

Polisi Perketat Masuknya 8 Ribu Pemudik TKI dari Malaysia

Polisi memeriksa barang bawaan TKI yang baru pulang dari Malaysia, lewat Entikong, Kalbar. (Foto: Reinardo Sinaga/KBR)

KBR, Entikong - Kepolisian Sektor Entikong, Kalimantan Barat memperketat pengawasan masuknya orang dan barang dari Sarawak, Malaysia ke Indonesia pada arus mudik tahun ini.

Kepala Polsek Entikong, Kartyana mengatakan, dalam Operasi Gabungan Ramadaniya 2016, aparat mencegah masuknya narkoba dan barang-barang ilegal yang bisa saja dibawa oleh pemudik dari negara tetangga.

Kepolisian mendirikan posko pelayanan dan pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara, serta membangun posko di jalan yang dilalui penumpang kendaraan pribadi dan angkutan yang akan mudik.

Kartyana mengatakan pemeriksaan dan pengecekan dilakukan secara manual serta melalui alat pemindai (X-Ray scanner) di Pos Lintas Batas Negara. Pada pekan ini diperkirakan jumlah pemudik dari Malaysia ke Indonesia lewat pos Entikong mencapai 8.134 orang.

Pemeriksaan manual wajib dilakukan karena selama ini terbukti berhasil menggagalkan penyelundupan barang terlarang. Pekan lalu, misalnya, aparat menggagalkan penyelundupan narkoba seberat enam kilogram. dan ternyata sudah melalui mesin pemindai dan masih saja lolos.

"Selama operasi Ramadaniya ini di wilayah Polsek Entikong terutama di Pos Pelayanan yang ada di Border sudah mulai didata. Arus kendaraan yang masuk baik bus dan kendaraan pribadi didominasi oleh para pekerja dan orang Malaysia yang ada di daerah kita. Kita mengetatkan lagi, dan memperbanyak lagi personil yang ada di border untuk mem-back up pengamanan di sana," kata Kartyana kepada KBR di Entikong, Senin (4/7/2016).

Kepolisian Entikong juga rencananya akan mendapat bantuan tambahan berupa anjing pelacak dari Satuan K-9.

"Kita sebagai polisi bekerjasama dengan semua unsur untuk meningkatkan lagi agar tidak ada barang-barang yang dilarang, seperti narkoba yang masuk ke wilayah Indonesia," kata Kartyana kepada KBR di Entikong, Senin pagi.

Sejak Sabtu (2/7/2016), antrean kendaraan hampir sepanjang satu kilometer terlihat, dari arah Tebedu Malaysia menuju border Entikong.

Tak hanya itu, antrian juga terlihat di Pos Imigrasi yang melayani cap paspor para pelintas batas.

Posko pengamanan juga memperketat pengawasan. Tidak hanya dari pihak Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina Kesehatan saja, melainkan juga Kepolisian, Satgas Pamtas TNI, dan Dishub juga membuka sejumlah posko, yang harus dilalui oleh orang dan barang bawaanya jika ingin masuk ke wilayah Indonesia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10