Bagikan:

Pelancong di Gunung Ijen Diminta Waspadai Gas Beracun

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Banyuwangi, Jawa Timur, mengimbau para wisatawan yang berlibur ke Gunung Ijen, pada hari Raya Idul Fitri ini, mewaspadai gas beracun.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 08 Jul 2016 12:26 WIB

Pelancong di Gunung Ijen Diminta Waspadai Gas Beracun

Kawah Gunung Ijen terlihat dari udara. Foto: gis.banyuwangi.go.id.

KBR, Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Banyuwangi, Jawa Timur, mengimbau para wisatawan yang berlibur ke Gunung Ijen, pada hari Raya Idul Fitri ini, mewaspadai gas beracun.

Juru Bicara BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, meski dalam status normal, potensi keluarnya gas beracun di gunung yang mempunyai danau kawah terbesar di Asia itu tetap terjadi.

Kata Eka, wisatawan juga dilarang masuk radius satu kilometer dari dasar kawah. Sebab kawasan tersebut ditetapkan sebagai zona berbahaya untuk aktivitas manusia. Masyarakat dapat terkena paparan gas beracun pada radius satu kilometer di kawah Gunung Ijen. Menurutnya gas beracun sulfur dioksida (SO2), karbon dioksida (CO2), dan asam sulfat (H2S) yang dihasilkan kawah Ijen sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia.

“Dalam status keadaan normal di Gunung Ijen itu kalau peringatan dari BPBD bukan imbauan lagi, itu 1 kilometer pengunjung tidak diperkenankan untuk mendekati pusat kawah ijen itu pada radius 1 kilometer. Itu peringatan dari BPBD,” kata Eka Muharram, Jumat (8/7/2016).

Eka Muharram menambahkan, berdasarkan peraturan Menteri ESDM tentang Mitigasi Bencana Gunung Api aktif, wisatawan dilarang mendekati radius berbahaya itu.

BPBD Banyuwangi, lanjut Eka, saat ini telah menempatkan sejumlah petugas, di kawasan wisata kawah Gunung Ijen untuk memantau wisatawan.

Sebab, pada libur Hari Raya Idul Fitri seperti ini, kunjungan wisatawan ke Gunung yang mempunyai api biru (blue fire) itu meningkat. Kata Eka, sebagian besar wisatawan di Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bodowoso itu,  melihat keunikan blue fire. Api biru itu terbentuk dari gas belerang yang terbakar dengan suhu tinggi hingga 600 derajat Celsius sehingga cukup berbahaya.



Editor: Quinawaty  

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Aturan Jilbab Sekolah Negeri, Lampu Kuning Arah Pendidikan

Most Popular / Trending