Pedagang Bakso di Bengkulu Keluhkan Harga Daging Sapi Rp140 Ribu Perkilogram

Harga daging sapi mencapai Rp140.000 perkilogram naik Rp20.000 dari harga sebelumnya.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 03 Jul 2016 23:58 WIB

Author

Evi Tarmizi

Pedagang Bakso di Bengkulu Keluhkan Harga Daging Sapi Rp140 Ribu Perkilogram

Ilustrasi: Pedagang melayani pembeli daging sapi di pasar Inpres Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (Foto: Antara)

KBR,Bengkulu - Tiga hari jelang lebaran, Minggu (3/7/2016) sejumlah pedang bakso di Kota Ipuh, Bengkulu mengeluhkan mahalnya harga daging sapi di pasar tradisional Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Harga daging sapi mencapai Rp140.000 perkilogram naik Rp20.000 dari harga sebelumnya.

Sementara harga tulang sapi naik Rp5000 menjadi menjadi Rp40.000 perkilogram. Akibatnya, para pedagang bakso di daerah ini terancam gulung tikar lantaran tak kuat membeli bahan dasar. Salah seorang pedagang baksi, Mesran mengungkapkan, untuk menyiasati melejitnya harga daging sapi, ia terpaksa mengurangi diameter ukuran baksonya menjadi lebih kecil.

"Harganya sekarang Rp. 140.000 rupiah per kilogram biasa harganya Rp. 130.000 perkilogrom hingga Rp. 120.000 perkiologram pusing kalau harganya naik–naik terus," keluh Mesran kepada KBR Minggu (3/7/2016).

Meski begitu, harga satu porsi bakso tetap tak diubah karena khawatir akan kehilangan pembeli.

"Ukuran bakso sedikit lebih kecil dari ukuran biasa. Untuk satu mangkok harganya tetap dijual Rp12.000 per-mangkok," imbuhnya.

Tak hanya soal daging sapi, kesulitan para pedagang bakso ini bertambah lantaran kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Harga perkilogram yang biasanya bisa dibayar dengan Rp30.000 kini meningkat menjadi Rp35.000 perkilogram. Sedangkan para pedagang sedikit bersyukur karena harga sayur cenderung masih stabil.

Mesran pun berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait mampu segera menekan harga daging sapi dan komoditas lainnya.

"Dari harga yang cukup tinggi di pasaran saat ini, baik untuk harga daging atau harga kebutuhan lainnya," pungkasnya.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18