Bagikan:

Pasca Bom Solo, Jabar Siaga Satu

Dalam hal ini kita mengharapkan kepada masyarakat, melaksanakan aktifitas seperti biasanya saja. Jangan ada rasa takut, ucap Wakapolda Jabar Nana Sudjana.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 06 Jul 2016 11:56 WIB

Pasca Bom Solo, Jabar Siaga Satu

Wakapolda Jawa Barat, Nana Sudjana menyatakan status provinsi yang dijaganya siaga satu pasca ledakan bom bunuh diri di Mapolres Solo kemarin, Rabu (6/7). (Foto: Arie Nugraha)

KBR, Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan status provinsi tersebut menjadi siaga satu, pasca aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo, kemarin (5/7/2016).

Menurut Wakil Kepala Kepolisian Jawa Barat, Nana Sudjana, status siaga satau diberlakukan sesuai kesepakatan antara Gubernur Jawa Barat, Kepala Polisi Jawa Barat serta Majelis Ulama Indonesia.

"Siaga satu dalam rangka untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Ini menunjukan yang siaga satu ini petugas, aparat keamanan dan pemerintah untuk siaga satu. Dalam hal ini kita mengharapkan kepada masyarakat, melaksanakan aktifitas seperti biasanya saja. Jangan ada rasa takut," ujarnya di Bandung, Rabu (6/7/2016).

Nana Sudjana menjelaskan, dengan penetapan status ini diharapkan masyarakat tidak panik dan diimbau menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Karena, kata Nana, siaga satu ini hanya untuk aparat keamanan yang harus meningkatkan pengawasannya.

Dia menambahkan, bentuk status siaga satu bagi aparat keamanan ini, yaitu seluruh anggota kepolisan harus berjaga selama 24 jam, tak terkecuali bagi perwira tinggi yang ditempatkan di setiap Markas Polisi Kota Besar.
Selain itu, ratusan anggota polisi cadangan dikerahkan seluruhnya untuk bertugas, baik di seluruh markas komando
mau pun pos pengamanan jalur mudik dan balik Idul Fitri 2016.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Indonesia, Badrodin Haiti menduga pelaku ledakan bom di Mapolresta Surakarta, Nur Rohman sebagai pelaku tunggal. Meski begitu, Nur Rohman merupakan anggota jaringan teroris Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN). Salah satu pentolan JAKDN adalah Arif Hidyatullah alias Abu Musaf yang ditangkap Densus 88 tahun lalu di Bekasi.

"Jadi ini kelompok JAKDN. Aman Abdurrahman itu JAD, itu berbeda. Ini merupakan sempalan JI yang mendukung ISIS," kata Badrodin usai menjalani ibadah Idul Fitri di Mabes Polri, Rabu (06/07/16).

Menurut Badrodin, walaupun Nur Rohman bukan termasuk kelompok jaringan Aman Abdurrahman, tetapi bisa saja komunikasi antar keduanya terjalin. Namun keterkaitan ini masih diselidiki oleh tim Densus 88 Antiteror. "Tetapi bisa saja antar anak buah saling berkoordinasi satu sama lain. Hal itu bisa saja terjadi," ungkap Badrodin.




Editor: Quinawaty 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending