covid-19

Mudik 2016, Jasa Raharja Deteksi Korban Kecelakaan Lewat Sistem Online

PT Jasa Raharja menyatakan, sistem ini sebetulnya telah ada sejak tiga tahun lalu. Namun saat itu penggunaannya tidak optimal dan perlu pembaharuan.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 03 Jul 2016 23:25 WIB

Mudik 2016, Jasa Raharja Deteksi Korban Kecelakaan Lewat Sistem Online

Ilustrasi: Kecelakaan di jalur mudik alternatif ruas jalur tengah Jawa Tengah Desa Muntung, Temanggung, Jawa Tengah. (Foto: Antara)

KBR, Bandung - PT Jasa Raharja bakal mendeteksi korban kecelakaan selama mudik lebaran tahun ini menggunakan sistem online. Hal ini dilakukan, agar setiap pemudik yang mengalami kecelakaan segera mendapatkan penanganan medis tanpa terhambat proses administrasi.

Kepala Jasa Raharja Kota Bandung, Rama Yudha menjelaskan, nantinya data korban kecelakaan pada sistem kepolisian secara otomatis akan langsung terhubung dengan sistem Jasa Raharja.

"Jika nanti polisi menginput mengenai data kecelakaan, di sistem pelayanan kami langsung masuk nama itu. Jadi kami bisa monitor misalkan hari jam sekian siapa yang masuk, siapa yang kecelakaan, nama langsung muncul dalam sistem kami. Dengan sistem yang sudah on line ini maka kami bisa tindak lanjuti lagi nantinya," papar Rama Yudha kepada KBR di Bandung, Minggu (3/7/2016).

Melalui sistem ini, menurut Rama, selain penanganan menjadi lebih cepat, hal penting lainnya adalah terekamnya data tunggal dengan validitas tinggi mengenai kondisi akhir korban kecelakaan.

"Apakah nantinya statusnya terjamin atau tidak ? Kalau terjamin dan dirawat di rumah sakit, kami bisa hubungi rumah sakit bahwa korban terjamin silahkan melakukan tindakan medis," imbuhnya.

Ia pun mengungkapkan, sebelumnya kerap kali ditemukan data ganda korban kecelakaan. "Sehingga tidak ada lagi data rangkap tapi berbeda keterangan," tuturnya.

PT Jasa Raharja menyatakan, sistem ini sebetulnya telah ada sejak tiga tahun lalu. Namun saat itu penggunaannya tidak optimal dan perlu pembaharuan.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona