Meski Defisit, Kaltim Tetap Janjikan Bonus bagi Peraih Medali di PON XIX

"Misalnya mereka dapat (medali) 2016, bonusnya diberikan 2017, tidak masalah," kata Asisten Sekda Kaltim, Bere Ali.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 28 Jul 2016 16:29 WIB

Author

Teddy Rumengan

Meski Defisit, Kaltim Tetap Janjikan Bonus bagi Peraih Medali di PON XIX

Taekwondo masih jadi salah satu andalan Provinsi Kalimantan Timur untuk meraih medali emas di PON XIX Jawa Barat 2016. (Foto: jabarprov.go.id)



KBR, Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap menjanjikan pemberian bonus bagi atlet berprestasi pada Pekan Olahraga Naisonal (PON) XIX Jawa Barat.

Janji itu disampaikan Asisten III Sekda Pemerintah Provinsi Kaltim, Bere Ali, meski provinsi itu tengah dililit defisit anggaran daerah.

Bere Ali mengatakan, atlet berperstasi di PON Jawa Barat tetap akan memdapatkan bonus. Hanya saja kata dia, baru akan diberikan pada 2017.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menganggarkan sebesar Rp150 miliar untuk peraih medali emas. Sementara untuk medali perak dan perunggu akan disesuaikan

Bere Ali membantah, peraih medali di PON Jawa Barat akan mendapat bonus rumah. Bonus rumah hanya diberikan bagi atlet yang meraih prestasi di tingkat internasional.

"Bonus tetap dianggarkan, jadi sesuai arahan Pak Sekda (Sekretaris Provinsi) tetap dianggarkan. Hanya saja tidak di APBD Perubahan 2016. Biasa, sama seperti sebelumnya. Misalnya mereka dapat (medali) 2016, bonusnya diberikan 2017, tidak masalah. Tapi tidak pernah dijanjikan rumah kecuali juara internasional," kata Bere Ali

Para atlet dan pelatih dari Kalimantan Timur yang sudah masuk prakompetisi, sempat terganggu konsentrasinya karena menunggu kejelasan soal bonus bagi mereka yang berlaga di PON XIX Jawa Barat.

Pelaksanaan PON XIX Jawa Barat 2016 akan dihelat September mendatang di Stadion Sijalakharupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Baca: Periksa Venue, Aher Pastikan Jabar Siap Gelar PON 2016

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun