Jelang Lebaran, Warga Banyuwangi Diminta Waspadai Peredaran Daging Oplosan

Dinas Peternakan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran daging oplosan, jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 02 Jul 2016 22:34 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Jelang Lebaran, Warga Banyuwangi Diminta Waspadai Peredaran Daging Oplosan

Polisi Jawa Timur menunjukkan barang bukti berupa daging oplosan daging babi dan babi hutan (celeng). (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi - Dinas Peternakan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran daging oplosan, jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sebab di Banyuwangi ditemukan daging oplosan, berupa campuran daging sapi dan babi telah beredar di pasaran.

Kepala Bidang Kesehatan Dinas Peternakan Banyuwangi Muhammad Lukman Hadi mengatakan, daging tak layak konsumsi itu rawan beredar lantaran tingginya permintaan masyarakat dan meningkatnya harga daging sapi.

Lukman menjelaskan, ciri-ciri daging sapi yang dioplos itu memiliki warna yang lebih pucat. Sementara warna daging sapi asli lebih menyerupai daging ayam.  Selain itu pada daging sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis serat terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat terlihat samar dan sangat renggang.

"Kami pake indikator lain, jadi ada organoletik bau, kemudian tekstur serat, yang ketiga adalah warna, yang ke empat adalah lemak. Jadi dari segi warna daging sapi merah sangat bisa kita langsung mastikan itu daging sapi bagi kami," rinci Muhammad Lukman Hadi di Banyuwangi, Sabtu (2/7/2016).

Selain itu, daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis dan berair, sedangkan lemak pada daging sapi lebih kering, kaku, dan berbentuk. Kata Lukman, perbedaan mencolok lainnya adalah harga daging oplosan lebih murah dari harga rata-rata daging sapi di pasaran. Untuk itu masyarakat diminta lebih jeli dalam memilih daging, terutamanya daging sapi.

"Mungkin secara umum masyarakat juga bisa. Celeng dia lebih pucat, lebih agak seperti putih tulang," imbuhnya.

Sebelumnya, lima hari jelang lebaran Kepolisian Banyuwangi, Jawa Timur membongkar penjualan daging sapi yang dioplos dengan daging babi di sebuah pasar Tradisional Banyuwangi.

Baca Juga: Polisi Banyuwangi Tangkap Penjual Daging Sapi Oplosan

Kepala Kepolisian Banyuwangi Budi Mulyanto mengatakan, terbongkarnya penjualan daging oplosan ini berawal dari laporan masyarakat. Dari Laporan itu, polisi berhasil menemukan puluhan kilo daging sapi oplosan di sebuah kios milik warga berinisial N. Daging sapi yang sudah dioplos dengan daging babi itu dalam keadaan siap jual.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN