Dua Nelayan Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi Laut Selatan Cilacap

Sebuah perahu nelayan tenggelam di perairan Logending perbatasan Cilacap-Kebumen, Jawa Tengah, Miggu (17/7/2016) sore. Diduga perahu karam lantaran dihantam gelombang tinggi Laut Selatan.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 18 Jul 2016 09:48 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Dua Nelayan Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi Laut Selatan Cilacap

Gelombang tinggi mengurungkan nelayan melaut. Foto: Evi Tarmizi/KBR

KBR, Cilacap – Sebuah perahu nelayan tenggelam di perairan Logending perbatasan Cilacap-Kebumen, Jawa Tengah, Miggu (17/7/2016) sore. Diduga perahu karam lantaran dihantam gelombang tinggi Laut Selatan.

Koordinator Badan Search and Rescue (Basarnas) Pos Cilacap, Jawa Tengah, Mulwahyono mengatakan, satu nelayan bernama Aceng Suhendar berhasil menyelamatkan diri sedang nelayan lainnya, Andi dinyatakan hilang. Keduanya nelayan asal Pangandaran, Jawa Barat.

Mulwahyono menjelaskan, saat itu perahu berusaha menepi dan mencari perlindungan di Muara Kali Bodo demi menghindari gelombang tinggi dan cuaca buruk yang tiba-tiba datang. Namun, diduga saat menuju perairan dangkal laju perahu terlalu pelan sehingga dihantam ombak di bagian buritan perahu.

Kata dia, Basarnas Cilacap pagi ini menurunkan satu regu dibantu Potensi SAR yang ada di sekitar lokasi untuk melakukan pencarian.

"Begitu masuk pintu air atau big water, namanya di pinggir gelombang tinggi itu kan sampai sekarang masih tinggi. Jadi fokus, karena kita di pinggir jadi pencarian lebih banyak lewat darat. Pagi ini, kalau memungkinkan kita akan melakukan penyisiran lewat laut juga menggunakan perahu. Berangkat dari Pelabuhan Tegalan," kata Mulwahyono, Senin (18/7/2016).

Mulwahyono menambahkan, upaya pencarian terkendala gelombang tinggi sehingga pencarian dengan perahu belum bisa dilakukan. 

Sementara itu, Prakirawan di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendi Krisnawan mengatakan, hingga Senin malam nanti gelombang tinggi masih terjadi di perairan selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Yogyakarta. Ketinggian gelombang mencapai 4 hingga 6 meter.

Pasang surut air laut berkisar antara 0,7 hingga 1,5 meter. Kecepatan angin berpotensi hingga 15 knot. Hujan disertai petir dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi hampir merata di Jawa Tengah bagian selatan. Kecepatan angin di daratan mencapai 25 hingga 30 kilometer per jam.

Kata Rendi, gelombang tinggi berbahaya bagi nelayan perahu kecil sehingga diimbau untuk tidak melaut. BMKG juga meminta masyarakat di daerah rawan longsor dan banjir untuk waspada.





Editor: Quinawaty 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18