PT KAI Daop 5 Terjunkan Penjaga Tambahan Perlintasan Tak Berpintu

Dari 397 perlintasan kereta api yang ada di wilayah PT Kereta Api Indonesia KAI) Daop 5 Purwokerto, hanya 100 perlintasan yang berpalang pintu.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 07 Jul 2015 12:26 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

PT KAI Daop 5 Terjunkan Penjaga Tambahan Perlintasan Tak Berpintu

Perlintasan kereta di Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Muhamad Ridlo KBR

KBR, Banyumas – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah menerjunkan 28 petugas tambahan penjaga perlintasan kereta tak berpalang pintu yang tersebar di sejumlah daerah saat menjelang puncak arus mudik lebaran 2015.

Juru bicara PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono mengatakan, petugas tersebut bakal ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan. Diantaranya yang tersebar mulai Kota Banjar, Jawa Barat, Cilacap, Banyumas, Brebes, Kebumen dan Purworejo.

Lantaran keterbatasan personil, Surono mengakui  tidak seluruh perlintasan yang tidak berpalang pintu bisa dijaga petugas. Dari 397 perlintasan kereta api yang ada di wilayah PT Kereta Api Indonesia KAI) Daop 5 Purwokerto, hanya 25 persen atau hanya sekitar 100 perlintasan yang berpalang pintu. Selebihnya,sekira 200 perlintasan, tidak memiliki palang pintu.

"Perlintasan yang tidak ada palang pintunya kita lakukan penjagaan dari PT KAI. Tapi Tentu tidak semuanya kita jaga. Sebab kita juga memiliki keterbatasan personel sehingga tidak seluruh yang tidak berpalang bisa dijaga. Hanya ada 28 perlintasan yang kita jaga. Karena 28 perlintasan ini kita pandang paling rawan kecelakaan," jelas Surono.

Surono menambahkan, selain menerjunkan petugas penjaga pintu tak berpalang, PT KAI Daop 5 Purwokerto juga mulai menurunkan petugas ekstra yang disiapkan untuk memastikan kesiapan lintasan kereta. Di antaranya juru penilik jalan, penjaga terowongan, dan petugas penjaga daerah rawan longsor. 

Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jelang 2 Minggu, BagaimanaEvaluasi PSBB ?