Petinggi Negara Berdatangan Pasca Kerusuhan di Tolikara

Rencananya besok juga ada kunjungan tiga menteri yaitu Mendagri Menkopolhukam dan Menteri Perdagangan.

BERITA , NUSANTARA , NUSANTARA

Senin, 20 Jul 2015 16:56 WIB

Author

Roni Hisage

Petinggi Negara Berdatangan Pasca Kerusuhan di Tolikara

Papua. Foto: Antara

KBR, Tolikara - Pasca kebakaran   di Kabupaten Tolikara Jumat Lalu, kunjungan petinggi negara terus berdatangan. Sebelumnya Kapolri Badrodin Haiti, dan Kapolda Papua serta Pangdam 17 Cendrawasih, kali ini staf khusus Kepresidenan Lenis Kogoya beserta rombongan mendatangi Kabupaten Tolikara. Rencananya besok juga ada kunjungan tiga menteri yaitu menkopolhukam, mendagri dan menteri Perdagangan. Dalam kunjungannya tadi siang, staf khusus presiden yang juga ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Lenis Kogoya melakukan peninjauan tempat kebakaran dan tenda darurat pasca kebakaran. Lenis mengatakan bahwa insiden ini bukan sesuatu yang disengaja, melainkan sebuah musibah. Oleh karena itu, Lenis berjanji akan membantu rehabilitasi atau membangun beberapa kios dan harta benda yang telah terbakar.

"Itu sudah ada aturannya, situasi di Tolikara sudah aman. Bersama -sama, Bapak-bapak tidak usah khawatir. Masalah rumah kita punya Tuhan, Tuhan itu kaya to. Tanggal 29 nanti kita di sini kita mediasi," kata Lenis Kogoya (20/7/2015).

Sementara itu Bupati Kabupaten Tolikara Usman Wanimbow, dihadapan awak media mengatakan bahwa saat kejadian tersebut pihaknya juga berada di tempat dan berhasil menenangkan warga tapi sesaat setelah itu warga kemudian mengamuk karena adanya rentetan penembakan yang menyebabkan beberapa warga jatuh di tempat. ia juga mengatakan yang pertama di bakar adalah kios dan bukan mushola, tapi karena berdekatan sehingga merambat ke mushola.

"Kalau soal itu, saya juga ada di TKP untuk melarang sekelompok pemuda itu untuk melakukan tindakan itu. Ketika terjadi tembakan dan berjatuhan pemuda, maka membuat masyarakat berniat membakar salah satu kios milik Pak Sarno. dan itu merembes ke seluruh kios-kios yang ada dan mushola. Kalau ada berita pemuda membakar Masjid itu tidak benar. Yang benar adalah seperti itu, berangkat dari kebakaran kios yang merembes ke Mushola. Kebetulan semua bangunan kios dan Mushola tidak ada batasnya. Jadi, pakai triplek dan kayu yang sehingga gampang sekali terbakar dalam waktu yang begitu singkat," kata Usman Wanimbow (20/7/2015).

 
Menurut pantauan, situasi saat ini sudah aman terkendali dan masyarakat sudah beraktifitas seperti biasanya. 


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8