Jelang Lebaran, Pemudik Diminta Waspadai Jalur Tengkorak di Jombang

Sejumlah titik jalur mudik Surabaya - Madiun di Jombang, Jawa Timur, teridentifikasi sebagai jalur maut rawan kecelakaan.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 04 Jul 2015 16:52 WIB

Author

Muji Lestari

Jelang Lebaran, Pemudik Diminta Waspadai Jalur Tengkorak di Jombang

Jalan nasional Surabaya – Madiun. Jalur lurus rawan kecelakaan di Desa Glagahan, Jombang. (Foto: Muji Lestari)

KBR, Jombang - Sejumlah titik jalur mudik Surabaya - Madiun di Jombang, Jawa Timur, teridentifikasi sebagai jalur maut rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang bergelombang, banyak tikungan tajam dan menyempit serta jalan lurus KBR, Jombang - Pemudik yang hendak menuju Jawa Timur dihimbau menghindari jalur Surabaya - Madiun di Jombang, Jawa Timur.

Kepala Satuan lalu lintas Polres Jombang, Wahyu Prista Utama, mengatakan, di jalur sepanjang 40 kilometer itu terdapat 4 titik kemacetan dan 2 titik rawan kecelakaan. Menurut Wahyu, titik rawan kecelakaan berada di kawasan Pasar Peterongan dan Perak. Kondisi jalan di sana banyak terdapat tikungan tajam dan sempit.

“Untuk titik-titik macetnya ada dua, yaitu di wilayah timur, di Mojoagung, disana ada tiga jembatan botle neck, yakni Jembatan Miagan, Kali Gunting dan jembatan Gambiran. Untuk yang di wilayah barat seperti biasa di Mengkreng merupakan titik macet yaitu pertemuan tiga arus dan ada lintasan kereta api, kalau rawan laka blackspot disepanjang jalur lurus Perak.” Kata Wahyu.

Kepala Satuan lalu lintas Polres Jombang, Wahyu Prista Utama, menambahkan, untuk meminimalisir kecelakaan dan kemacetan selama arus mudik, petugas akan memperbaiki jalan dan mengurai kemacetan melalui sejumlah jalur alternatif.

Jalur Surabaya Madiun lintas Jombang merupakan jalur utama, penghubung Jawa Timur menuju Jawa Tengah dan dari Jawa Timur bagian selatan menuju kawasan pantura. Arus mudik di jalur ini di perkirakan mulai meningkat sejak H - 7 lebaran dan mencapai puncaknya pada H-1 lebaran nanti. Pemudik di harapkan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut.

Editor: Erric Permana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri