covid-19

Ini Kata Pemprov DKI Soal Konflik GO-JEK vs OJEK

Juru bicara Pemprov DKI, Raides HMS mengatakan, Pemda tetap berkeinginan warga menggunakan transportasi massal.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 10 Jul 2015 13:24 WIB

Author

Eli Kamilah

Ini Kata Pemprov DKI Soal Konflik GO-JEK vs OJEK

Pengendara GO-JEK/ANTARAFOTO.

KBR, Jakarta - Pemprov DKI menegaskan layanan angkutan roda dua atau ojek berbasis digital Gojek dan Grab Bike bukan solusi kemacetan di Jakarta. Juru bicara Pemprov DKI, Raides HMS mengatakan, Pemda tetap berkeinginan warga menggunakan transportasi massal.

Meski begitu, ia mengaku bakal memediasi kelompok pengojek pangkalan dengan pengojek berbasis digital ini agar tidak berkonflik.

"Saya melihat itu, kebijakan di pemprov ini, karena ojek banyak, ya dikelompokan dalam ojek ini. Kalau alternatif dan solusi kemacetan, ya enggalah. Pemprov sedang membangun transportasi yang bebas kemacetan. Seperti pembangunan MRT," jelas Raides kepada KBR.

Sebelumnya, penolakan terhadap dua layanan ojek berbasis digital ini meluas di Jakarta. Spanduk penolakan itu bermunculan di sejumlah pusat keramaian, antara lain Kalibata City, Jakarta Selatan, Kawasan Palmerah, Jakarta Barat dan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ojek panggilan via online ini juga harus menghadapi berbagai ancaman, bahkan dianiaya tukang ojek pangkalan.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona