Bagikan:

Bendungan Raknamo di Kupang Mampu Mengairi Seribu Hektar Sawah

Kepala Dinas PU NTT Andre Koreh mengatakan, selain bendungan Raknamo, tahun ini pemerintah juga akan membangun enam bendungan lainnya di NTT.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 28 Jul 2015 09:44 WIB

Author

Silver Sega

Bendungan Raknamo di Kupang Mampu Mengairi Seribu Hektar Sawah

Ilustrasi areal sawah. Foto: Antara

KBR, Kupang - Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur diyakini mampu mengairi seribu lebih hektar sawah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT Andre Koreh mengatakan, selain itu, bendungan tersebut juga dapat berfungsi untuk sebagai persediaan air baku, membangkitkan listrik tenaga mikro hidro, serta mengurangi debit banjir.

"Bendungan ini direncakan untuk dilaksanakan selama lima tahun. Tapi karena bapa presiden menginginkan percepatan, kita melakukan reskedul dari lima tahun menjadi tiga tahun. Bendungan ini dibangun dengan biaya kurang lebih 710 miliar, yang akan memberi manfaat, memberikan layanan daerah irigasi kurang lebih 1.250 hektar, juga akan memberikan suplai air baku 100 liter perdetik, juga ada pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan juga akan mengurangi debit banjir," kata Andre Koreh di Kupang Selasa (28/7/2015).

Kepala Dinas PU NTT Andre Koreh menambahkan, selain bendungan Raknamo, tahun ini pemerintah juga akan membangun enam bendungan lainnya di NTT. Kementerian PUPR kata Andre Koreh telah menyiapkan dana 6 trilun rupiah. Enam bendungan yang akan dibangun itu adalah Kolhua, Rotiklot, Temef, Napunggete, Manikin dan Lambo.

Selain itu kata, NTT juga masih membutuhkan sekitar 4 ribuan embung baik untuk kebutuhan air bersih maupun embung irigasi. Sesuai rencana, tiap tahun akan dibangun 100 buah embung. Saat ini pemerintah telah mengalokasikan dana 10 miliar untuk membangun 10 buah embung kecil di Kabupaten Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Rote Ndao dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Editor: Bambang Hari

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending